Senin, 22 Januari 2018 | 03.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ngetwit soal Ustadz Abdul Somad, jurnalis TopSkor dipecat

Ngetwit soal Ustadz Abdul Somad, jurnalis TopSkor dipecat

Rabu, 27 Desember 2017 - 15:19 WIB

IMG-29144

Ustadz Abdul Somad. FOTO: Facebook/Ustadz Abdul Somad.

Jakarta, kini.co.id – Zulfikar Akbar, jurnalis Harian Topskor dipecat usai menuliskan kicauannya di akun Twitter pribadinya.

Pernyataan Zulfikar menyoroti penolakan yang dialami Ustadz Abdul Somad (UAS) saat hendak masuk ke Hong Kong. Zulfikar diberhentikan Selasa, (26/12).

Pernyataan terhadap penolakan Ustadz Abdul Somad ditulis Zulfikar melalui akun @zoelfick pada 24 Desember 2017 pukul 7.46. Ia menulis pandangannya mengenai peristiwa yang menimpa Ustadz Abdul Somad pada Sabtu, (23/12).

“Ada pemuka agama rusuh ditolak di Hong Kong, alih-alih berkaca justru menyalahkan negara orang. Jika Anda bertamu dan pemilik rumah menolak, itu hak yang punya rumah. Tidak perlu teriak di mana-mana bahwa Anda ditolak. Sepanjang Anda diyakini mmg baik, penolakan itu takkan terjadi,” kata Zulfikar.

Usai menayangkan cuitan tersebut, berbagai reaksi muncul dari para pengguna warganet. Bahkan tagar #BoikotTopSkor pun sempat ramai dibagikan, karena warganet tahu bahwa Zulfikar merupakan jurnalis di media tersebut.

Reaksi warganet itu mendapat tanggapan dari manajemen TopSkor. Pemimpin Redaksi TopSkor Yusuf Kurniawan dalam cuitannya di akun @Yusufk09, 26 Desember 2017 pukul 9.55, mengatakan perbuatan Zulfikar tak ada hubungannya dengan media tempatnya bekerja.

Ia juga berkata, pihak redaksi TopSkor langsung memanggil Zulfikar untuk mempertanggungjawabkan cuitannya di media sosial.

Selang beberapa jam dari cuitan tersebut, Yusuf mengumumkan TopSkor telah memutus hubungan kerja dengan Zulfikar melalui akun Twitter pribadi dan milik TopSkor.

Terhitung mulai hari ini, Selasa (26/12), manajemen TopSkor telah memutuskan hubungan kerja dengan Zulfikar Akbar @zoelfick. Maka sjk saat ini segala aktivitas yg dilakukan oleh sdr Zulfikar bukan lagi jadi tgg jwb institusi TopSkor. Wassalam,” cuitnya di akun @HarianTopSkor pada 26 Desember pukul 20.49.

Sementara itu keterangan berbeda disampaikan Pimpinan Redaksi TopSkor. Menurut Yusuf, yang mengaku dirinya tak memecat Zulfikar.

Hubungan kerja Zulfikar dengan TopSkor berakhir lantaran wartawan tersebut mengundurkan diri secara sukarela.

“Bukan dipecat, tapi mengundurkan diri. Dia memahami secara sadar konsekuensi dan dampak yang akan diterima topskor secara institusi jika dia mempertahankan posisinya saat ini,” kata Yusuf saat dihubungi Rabu (27/12).

Yusuf mengatakab ia dan segenap manajemen TopSkor telah meminta penjelasan lebih dulu kepada Zulfikar di forum dewan redaksi.

Di forum itu, kata Yusuf, Zulfikar telah menyadari dampak perbuatannya di Twitter, sehingga memilih mengundurkan diri alih-alih dipecat.

“TopSkor media olahraga yang independen dan tidak berafiliasi dengan pihak manapun. Kami hanya berbicara soal olahraga. Akan tetapi aktivitas Zul di sosmed telah mengundang kegaduhan di ranah publik. Kami tidak ingin hal itu berlarut-larut,” katanya.

“Kami sudah kumpulkan jejak ciutannya dan Zul mengakui hal itu merugikan kredibilitas dan netralitas institusi tempatnya bekerja. Soal apakah perbuatan Zul mengancam keselamatan perusahaan, itu bukan fokus kami saat ini,” pungkas Yusuf.

Sementara itu berdasarkan Pasal 151 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya bisa dilakukan pengusaha setelah mendapat penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial (PHI).

Permohonan PHK harus diajukan secara tertulis kepada lembaga PHI disertai alasan.

Kemudian, Pasal 158 UU Ketenagakerjaan mengatur hal-hal yang memperbolehkan perusahaan menjatuhkan PHK terhadap karyawannya.

Dalam beleid itu diatur, PHK bisa dilakukan jika pekerja dianggap melakukan pelanggaran berat.

Langka manajemen TopSkor yang memecat jurnalis akibat cuitan pribadi di akun Twitter dinilai perbuatan sewenang-wenang.

Forum Pekerja Media. Dalam keterangan tertulisnya meminta manajemen TopSkor menyelesaikan masalah dengan Zulfikar sesuai koridor hukum.

Forum itu juga meminta masyarakat tak terpengaruh provokasi persekusi terhadap Zulfikar.

“Forum Pekerja Media juga menuntut Kementerian Tenaga Kerja turun ke lapangan melindungi para pekerja media yang dilanggar hak-hak pekerjanya karena aktivitas mereka di media sosial. Kami mendengar kasus serupa juga pernah terjadi di beberapa media lain, namun belum terungkap ke publik,” bunyi keterangan pers tersebut.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan menyatakan manajemen TopSkor seharusnya tak terburu-buru mengakhiri hubungan kerja dengan Zulfikar.

Keputusan manajemen TopSkor disebutnya bisa menjadi preseden buruk di masa depan.

“Itu akan menjadi contoh buruk bagaimana sebuah kelompok bisa mendesakkan kepentingannya, atau mengintimdasi jurnalisnya, dengan cara yang sama di masa mendatang. AJI akan mendorong perusahaan media untuk tidak mudah menyerah pada tekanan kelompok massa, apalagi jika yang dilakukan pekerjanya masih dalam batas yang wajar dan masih dibenarkan konstitusi,” terang Manan.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...