Senin, 22 Januari 2018 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>UAS Dideportasi Hongkong, Fadli Zon Anggap Penghinaan

UAS Dideportasi Hongkong, Fadli Zon Anggap Penghinaan

Reporter : Yudi | Rabu, 27 Desember 2017 - 15:51 WIB

IMG-29147

Ustadz Abdul Somad. FOTO: Facebook/Ustadz Abdul Somad.

Jakarta, kini.co.id – Sikap Hongkong yang mendeportasi Ustad Abdul Somad menuai kecaman dari politisi Tanah Air. Apalagi jika alasannya tidak jelas.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melalui siaran pers, Rabu (27/12/2017).

Ustaz Somad, kata Fadli, adalah ulama terkenal yang seharusnya mendapatkan perlindungan dari KJRI dan Kementerian Luar Negeri.

Sehingga peristiwa itu sangat mengecewakan, baik kepada pemerintah Hong Kong maupun Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Seharusnya, kata dia, Kemlu RI harus menanyakan apa yang salah dari WNI tersebut.

“Ini bagian dari upaya perlindungan terhadap WNI yang menjadi salah satu tugas prioritas Kemlu RI,” tegas Fadli.

Sebab, pendeportasian seseorang tidak bisa sembarangan atau dengan alasan yang tak jelas.

Misalnya, di Indonesia sendiri diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dalam aturan tersebut dituliskan ada 10 penyebab penolakan.

Beberapa di antaranya tidak memiliki visa, keterangan palsu dalam dokumen, terlibat dalam makar, tercatat dalam daftar pencarian orang, hingga terkait dengan kelompok kejahatan internasional. Sehingga ia mempertanyakan alasan Hongkong yang telah mendeportasi Ustad Somad.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...