Jumat, 19 Januari 2018 | 13.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>BNN: Tersangka dan barang sitaan Narkoba naik di 2017

BNN: Tersangka dan barang sitaan Narkoba naik di 2017

Reporter : Zainal Bakri | Rabu, 27 Desember 2017 - 16:05 WIB

IMG-29148

Kepala BNN Komjen Budi Waseso (tengah) bersama Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi (kedua kanan) didampingi Sekretaris Utama BNN Brigjen Sistersins Mamadoa (kedua kiri), Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari (kiri) dan Inspektur Utama BNN, Irjen M. Rum Murkal (kanan) memberikan keterangan pers akhir tahun 2017 di Gedung BNN, Jakarta, Rabu (27/12). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso menjelaskan bahwa sepanjang Januari-Desember 2017 aparatnya berhasil mengungkap 46.537 kasus narkoba dan 27 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang bersumber dari kejahatan narkoba. 

BNN juga menyita 4,71 ton sabu-sabu dan 2,94 juta butir ekstasi. Angka ini melonjak tajam dari data tahun lalu yakni hanya 1,16 ton sabu dan 765 ribu butir ekstasi.

Adapun barang sitaan lainnya berupa ganja kering juga mengalami kenaikan 100 kali lipat dibanding catatan pada 2016. BNN menyita 151,22 ton ganja kering di sepanjang 2017 dan cuma 6,2 ton pada tahun lalu. 

“Ini merupakan bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam melawan kejahatan narkoba, bahwa tembak di tempat bagi para pelaku kejahatan narkoba bukanlah gertak sambal semata, melainkan komitmen hukum di Indonesia yang tegas dan keras kepada jaringan sindikat narkoba,” kata Buwas saat menyampaikan laporan akhir tahun lembaganya di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (27/12).

Sedangkan dalam kasus TPPU terkait kejahatan narkoba, barang bukti berupa aset dalam bentuk kendaraan, properti, tanah, perhiasan, uang tunai dan uang dalam bentuk rekening Rp105 miliar.

Ia menambahkan aset-aset sindikat narkoba yang disita oleh negara nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kinerja aparat penegakan hukum dalam menangani tindak pidana narkoba.

Sepanjang 2017, BNN juga merehabilitasi 1.523 orang dan memberikan layanan pasca-rehabilitasi kepada 7.829 mantan penyalahguna narkoba baik di Balai Rehabilitasi maupun di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“BNN juga memberikan layanan pasca-rehabilitasi kepada 7.829 mantan penyalahguna narkoba. Rehabilitasi narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu narkoba,” tegas Buwas. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...