Jumat, 19 Januari 2018 | 14.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Melenceng dari Fitrah, KAMMI Sukabumi Desak Sahkan Larangan LGBT

Melenceng dari Fitrah, KAMMI Sukabumi Desak Sahkan Larangan LGBT

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 27 Desember 2017 - 17:24 WIB

IMG-29155

Puluhan gay dan LGBT diamankan polisi. KiniNews/Istkmewa

Sukabumi, kini.co.id – Pergerakan dan penyebaran kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dinilai sudah sangat meresahkan.

Pasalnya perbuatan mereka melenceng dari fitrah konsep agama. Selain itu penyimpangan perilaku yang tidak sesuai dengan jiwa pancasila, konsep HAM dan nilai yang terkandung dalam UUD 1945.

Sebab tak jarang korbannya merupakan anak-anak di bawah umur yang belum mengerti apa-apa namun malah ikut menjadi LGBT.

Hal itu disampaikan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukabumi melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Kota Sukabumi, Rabu (27/12).

Mereka juga meminta agar DPR RI mengesahkan rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai larangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan kumpul kebo.

“Kami merasa prihatin melihat LGBT menjadi sebuah komunitas yang perkembangannya semakin pesat,” ujar Ketua Umum KAMMI Sukabumi Rinaldi Yusuf dalam orasinya.

Menurut pihaknya, fenomena kumpul kebo atau perzinahan juga terus merajalela. Padahal terang dia LGBT bukanlah perilaku yang melekat pada seseorang secara lahiriah.

Namun merupakan penyimpangan perilaku yang menyalahi fitrah seksual sebagai manusia.

Terakhir Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan yang menolak uji materil pasal 284, 285 dan 292 KUHP untuk melarang prilaku LGBT dan kumpul kebo.

“Oleh karena itu tutur Rinaldi, para mahasiswa mendesak dengan keras kepada DPR RI untuk segera mengesahkan RUU KUHP yang didalamnya mengatur pelarangan LGBT dan kumpul kebo. Hal ini dikarenakan LGBT dan kumpul kebo adalah perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Meskipun begitu, Rinaldi mengajak masyarakat untuk tidak mengucilkan pelaku LGBT dan kumpul kebo. Masyarakat dapat merangkul pelaku LGBT dan kumpul kebo untuk kembali ke jalan yang benar sesuai fitrah mereka.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...