Senin, 22 Januari 2018 | 03.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Novanto beri catatan merah untuk jawaban Jaksa KPK

Novanto beri catatan merah untuk jawaban Jaksa KPK

Kamis, 28 Desember 2017 - 12:32 WIB

IMG-29182

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto melambaikan tangan usai menjalani sidang dengan agenda tanggapan jaksa terhadap eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/12). FOTO: Antara/Rosa Panggabean.

Jakarta, kini.co.id – Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, Setya Novanto memberikan catatan merah terhadap jawaban JPU KPK atas nota pembelaannya, dalam lanjutan sidang kasus e-KTP, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).

Berdasarkan pantauan wartawan, Setya Novanto menggoreskan catatannya diakhir pembacaan jawaban JPU atas eksepsinya. 

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menuliskan sesuatu ke dalam bukunya menggunakan pulpen berwarna merah.

Setelah itu, Setnov menerima salinan jawaban atas nota pembelaan dari JPU KPK kemudian memeriksanya sebentar.

Di akhir sidang, Jaksa menyampaikan permohonan agar Majelis Hakim menolak nota pembelaan Setnov.

Menurut jaksa, isi surat dakwaan untuk Setnov telah sesuai dengan aturan di Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 

“Kami berpendapat bahwa surat dakwaan yang telah kami bacakan pada sidang 13 Desember telah memenuhi ketentuan Pasal 143 ayat 2 KUHAP, oleh karena itu keberatan penasihat hukum terdakwa yang disampaikan 22 Desember 2017 harus dinyatakan ditolak,” tutur JPU KPK, Ahmad Burhanudin di ruang sidang. 

Jaksa juga menjelaskan persoalan splitsingatau pemisahan berkas perkara pidana yang dipermasalahkan kuasa hukum Setnov.

Dalam penjelasannya Jaksa menggunakan ilustrasi kejadian perampokan di sebuah rumah kosong. 

Dalam ilustrasinya itu jaksa mencontohkan ada 2 pencuri di sebuah rumah. Pelaku pertama mengambil uang sejuta rupiah dari kamar pemilik rumah, sementara orang kedua melakukan aksi di ruang tidur pembantu. 

“Pelaku pertama tertangkap, kemudian pelaku kedua belum. Kemudian disidik oleh penuntut umum, pada dakwaan penuntut umum tetap mendakwa melakukan bersama-sama tanpa diketahui detail pelaku kedua,” ujar Jaksa Wawan Yunarwanto.

Kemudian, setahun setelah orang pertama divonis bersalah penegak hukum dicontohkan telah berhasil menangkap pelaku lain.

Dari sana, pelaku kedua diketahui mengambil 10 gram perhiasan saat mencuri di rumah terkait. 

“Mereka disidangkan terpisah. Sehingga dapat disimpulkan dalam surat dakwaan sangat dipengaruhi fakta-fakta penyidikan. Argumentasi mengenai perbedaan fakta dalam dakwaan terdakwa (Setnov) dengan sebelumnya merupakan dasar hukum yang keliru, tidak tepat dan tidak relevan,” pungkasnya seperti dilansir Tirto.

Sidang selanjutnya akan dilanjutkan pada Kamis (4/1) mendatang dengan agenda pembacaan putusan sela oleh hakim. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...