Jumat, 19 Januari 2018 | 14.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Sepanjang 2017, Polisi tembak mati 55 orang bandar narkoba

Sepanjang 2017, Polisi tembak mati 55 orang bandar narkoba

Reporter : Yudi Andriansyah | Jumat, 29 Desember 2017 - 16:17 WIB

IMG-29210

Ilustrasi penggrebekan. FOTO: Antara

Jakarta, kini.co.id – Sepanjang tahun 2017, sebanyak 55 bandar narkoba ditembak mati oleh polisi, karena tidak kooperatif saat ditangkap atau melakukan perlawanan yang berujung tindakan tegas.

“Ada penindakan tegas dengan menembak mati 55 pelaku selama tahun 2017,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam laporan kinerja Polri selama 2017 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/12).

Tito menjelaskan, dari 55 bandar narkoba tersebut, 46 orang adalah WNI dan sisanya WNA.

Adapun tindakan tegas tersebut diwilayah yakni Polda Metro Jaya (menembak) sebanyak 20 orang, Polda Sumatera Utara 13 orang, dan Polda Lampung 7 orang.

Kemudian disusul Dit IV Narkoba Bareskrim Polri 6 orang, Polda Jawa Timur 4 orang, dan Polda Riau 2 orang.

Berikutnya Polda Sumatera Selatan, Polda Kalimantan Barat, dan Polda Sulawesi Selatan masing-masing satu orang.

Tito melanjutkan bahwa pada tahun 2017 kasus kejahatan narkotika menurun lima persen dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2016 ada 47.767 kasus dan di tahun ini sebanyak 45.257.

Jumlah tersangka narkotika pun pada tahun ini juga mengalami penurunan. Jika tahun 2016 ada 60.387 tersangka yang ditangkap oleh polisi maka tahun ini ada 56.791 tersangka.

Meskipun jumlah kasus dan tersangka menurun, Tito melanjutkan, disisi lain, barang bukti narkotika yang disita justru naik.

Rinciannya tahun ini ada 150 ton ganja yang disita padahal tahun 2016 hanya 11 ton atau naik 1.300 persen. Kemudian ekstasi yang disita tahun ini ada 2.69 juta butir, sementara tahun lalu hanya 1.11 juta butir atau naik 142 persen.

“Shabu pada tahun 2016 sebanyak 1.64 ton dan tahun ini ada 2.55 ton yang diamankan oleh polisi. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 55 persen,” tambahnya.

Hak ini membuktikan jika bandar narkotika masih terus memproduksi dan memperdagangkan barang haram tersebut.

Polisi akan tetap bertindak tegas dan memotong jalur supply dan demand. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...