Jumat, 19 Januari 2018 | 14.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Mabes Polri: Bom pipa di Mapolsek Bontoala low explosive

Mabes Polri: Bom pipa di Mapolsek Bontoala low explosive

Reporter : Yudi Andriansyah | Senin, 1 Januari 2018 - 17:57 WIB

IMG-29242

Situasi pascas ledakan bom pipa di Polsek Bontoala,Sulawesi Selatan, Senin (1/1). FOTO: Antara/Abriawan Abhe.

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri menyatakan bom pipa dan molotov yang meledak di Mapolsek Bontoala, Makassar, Senin (1/1) dini hari pukul 03.00 Wita, berbahan mirip petasan. Bom itu berdaya ledak rendah atau low explosive.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal, mengatakan daya ledak bom di Markas Polsek Bontoala dinilai tidak terlalu besar.

“Bahan itu hampir identik dengan bahan petasan jadi karakternya low explosive,” kata Iqbal, di Jakarta, Senin (1/1).

Iqbal menjelaskan Polri telah siaga menjaga keamanan di malam pergantian tahun baru.

Hal itu nampak dari Kapolsek Bontoala, Komisaris Rafiudin, yang dengan sigap menangani ledakan di kantornya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat agar tetap tenang dengan segala macam upaya pengamanan yang dilakukan Polri.

“Kapolsek berada di sana walaupun larut malam. Dia sendiri yang mengejar dan melepaskan tembakan. Kita sedang evaluasi,” kata Iqbal

Iqbal juga meminta semua pihak untuk tak langsung menyimpulkan bahwa yang terjadi di Markas Polsek Bontoala adalah upaya terorisme.

Pasalnya kata dia pihak Polda Sulawesi Selatan dibantu dengan Mabes Polri sampai sekarang masih memburu terduga pelaku. Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti guna mencari identitas terduga pelaku.

“Tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang katakanlah bersifat besar ya. Jadi kita belum memastikan bahwa penyerangan ini ada jaringa teroris. Ingat itu. Jadi juga jangan kita cepat menyimpulkan bahwa ini aksi teror yang dilakukan oleh kelompok-kelompik teroris. Belum, kita sedang bekerja. Kita mengumpulkan bukti petunjuk yang ada,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...