Jumat, 19 Januari 2018 | 14.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Demiz- HNW terlibat perdebatan di Twitter soal kontrak politik Pilpres 2019

Demiz- HNW terlibat perdebatan di Twitter soal kontrak politik Pilpres 2019

Reporter : Bayu Putra | Senin, 1 Januari 2018 - 21:52 WIB

IMG-29244

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. FOTO: Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua Dewan Syura PKS, Hidayat Nur Wahid, terlibat sedikit perdebatan dengan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018, Deddy Mizwar di media sosial Twitter.

Perdebatan keduanya membahas soal adanya kontrak politik Demiz, yang disebelumnya dilontarkan Hidayat bahwa dukungan Partai Demokrat terhadap Demiz adalah salah satunya mendukung calon Presiden 2019 dari Partai Demokrat, sehingga dengan alasan itulah PKS mendepaknya.

Menanggapi isu ini, Demiz, melalui akun Twitternya, mempersilakan Hidayat untuk menunjukkan bukti kontrak politik itu melalui media sosial atau bertemu langsung. Hidayat kemudian membalas cuitan.

“Waalaikumussalam. Trims Bang Demiz, orang baik yg dulu pun saya jadi timses, saat Beliau dimajukn bersama kang Aher dlm pilgub Jabar 2012. Tentunya Bang Demiz masih ingat WA yg saya kirim Sabtu lalu, diantaranya ttg publikasi komitmen/kontrak politik tsb. Saya ikuti usul Antum,” tulis @hnurwahid, Senin (1/1).

Dalam cuitan selanjutnya, Hidayat mengunggah foto surat kontrak politik Demiz. Dalam salah satu poin surat itu memang menunjukkan bahwa Demiz harus ikut memenangkan capres yang diusung Demokrat di Pilpres 2019.

“Bang @Deddy_Mizwar_berikut Pakta Integritas, ya, Abang tandatangani, yg pd point 3 jelas menyebutkn ttg komitmen Demiz unt gerakkan mesin Partai unt memenangkan Presiden/Wakil Peesiden yg diusung olh Partai Demokrat. Dokumen ini kami dapat dari 2 sumber yg sangat dekat dg Antum,” kata Hidayat, melanjutkan.

Menjawab pernyataan Hidayat, Demiz menawarkan agar keduanya bisa bertemu dalam sesi ‘ngopi-ngopi’. Tawaran ini juga disanggupi oleh Hidayat yang siap membukakan pintu rumahnya.

“Atau Kita ngopi bareng aja agar ustadz bisa jelaskan informasi apa yg ustadz terima. Kalaupun informasi yg ust terima itu keliru tdklah sy minta PKS utk bersama lg dgn sy koq..hehe,” kata Deddy_Mizwar_, menanggapi dengan santai.

Terkait unggahan Hidayat itu, Demiz mempertanyakan apa kesalahan yang dibuatnya terhadap PKS. Menurutnya, soal dukung mendukung capres ini adalah hal yang biasa.

“Hehe..kalo dokumen itu yg dimaksud mk dosa apa yg sy lakukan pd PKS. Bukankah Ustadz sbg kader PKS juga harus mendukung capres/cawapres yg diusung PKS?” papar Demiz.

“Bisa disebut kapan & dimana saya menyebut itu sbg“dosa” Bang Demiz? He he he. Saya menyebut itu sbg pilihan politik Bang Demiz yg kami hormati. Sbgmn sewajarnya juga bila Bang Demiz hormati sikap politik kami di PKS ttg dukungan thd Capres/Cawapres nanti,” jawab Hidayat.

Demiz menegaskan dirinya sudah legowo PKS tidak jadi mengusungnya dalam Pilgub Jabar 2018. Hidayat juga mengatakan partainya menghormati sikap dan pilihan politiknya.

“Saya sdh menerima keputusan PKS utk tdk bersama. Jd klarifikasi ini bukan utk menyudutkan ust n PKS, melainkan utk mengakhiri kemarahan n kebencian di netizen krn statement ustadz,” tegas aktor pemeran Naga Bonar itu.

Demiz menyadari bahwa perdebatan dengan HNW justru menimbulkan kegaduhan ia pun meminta maaf untuk mengakhiri perdebatan tersebut.

“Kepada seluruh netizen, mohon maaf jika sudah menimbulkan kegaduhan n kpd ustadz @hnurwahid yg jd kerepotan. Saya sudahi perdebatan ini, mari kita awali hari pertama di tahun 2018 ini dengan membuka lembaran baru yang lebih baik, yang lebih menekankan silaturahmi antar kita semua,” tulisnya.

Lanjutnya Demiz juga menegaskan bahwa soilaturahmi dan kkomunisa HNW sangat baik dan tidak ada masalah.

“Dengan yth. ustadz @hnurwahid insyallah silaturahmi kami baik, barangkali hanya perlu ngopi bareng kembali hehe. Sebab katanya, bersama secangkir kopi hangat itu, kasih sayang antar manusia bisa terjalin.” []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...