Jumat, 19 Januari 2018 | 14.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Terkait Korupsi Helikopter, Mantan KSAU Agus Supriatna Penuhi Panggilan KPK

Terkait Korupsi Helikopter, Mantan KSAU Agus Supriatna Penuhi Panggilan KPK

Reporter : Fadilah | Rabu, 3 Januari 2018 - 10:24 WIB

IMG-29271

Mantan KSAU, Marsekal Agus Supriatna. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Agus Supriatna akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, (3/1/2018).

Ia tiba sekira pukul 09.30 WIB dengan mengenakan kemeja biru yang dibalut dengan jaket berwarna hitam.

Pria yang tampak mengenakan kacamata berwarna hitam itu dikawal oleh tiga orang petugas Provos. Di antara mereka, diketahui salah satunya adalah pengacara Agus, Pahrozi.

Ketika disapa, Agus hanya melempar senyum. Dia juga tidak menjawab ketika ditanya akan diperiksa untuk siapa, dan membalas dengan senyuman sambil membenahi kacamata hitamnya.

Agus sudah dua kali dipanggil, pertama pada (27/12/2017) kedua pada (15/12/2017). Sedianya ia diperiksa untuk kasus korupsi pengadaan helikopter angkut AW-101 di TNI Angkatan Udara (AU) tahun 2016-2017, namun yang bersangkutan tidak hadir karena sedang menjalankan ibadah umroh.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, KPK bekerja sama dengan POM TNI. Ada lima tersangka yang sudah ditetapkan oleh POM TNI.

Sedangkan dari pihak sipil, KPK baru menetapkan Irfan Kurnia Saleh. Irfan diduga meneken kontrak dengan Augusta Westland, perusahaan joint venture Westland Helicopters di Inggris dengan Agusta di Italia, yang nilainya Rp 514 miliar.

Sementara itu, untuk kontrak pengadaan helikopter dengan TNI AU, nilainya malah Rp 738 miliar, sehingga terdapat potensi kerugian keuangan negara sekitar Rp 224 miliar.

Adapun hingga saat ini POM TNI dan KPK masih menunggu penghitungan kembali kerugian negara oleh BPK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...