Jumat, 19 Januari 2018 | 14.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mantan KSAU Minta Kasus Heli AW-101 Tak Dibuat Gaduh

Mantan KSAU Minta Kasus Heli AW-101 Tak Dibuat Gaduh

Reporter : Fadilah | Rabu, 3 Januari 2018 - 13:08 WIB

IMG-29275

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Agus Supriatna rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). FOTO: KiniNews/Fadillah.

Jakarta, kini.co.id – Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Agus Supriatna rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Agus meminta penanganan kasus dugaan korupsi pembelian Helikopter Augusta Westland (AW) 101 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara tak dibuat gaduh.

“Jadi saya minta ke teman-teman yang penting permasalahan ini jangan sampai dibuat gaduh, jangan gaduh masalah ini,” kata Agus di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (3/1/2018).

Diketahui Agus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irfan Kurnia Saleh (IKS). Dia mengaku sudah menjelaskan soal pembelian Heli AW-101 itu kepada penyidik KPK.

“Saya sudah jelaskan apa yang bisa saya jelaskan di sana,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kasus ini, KPK bekerjasama dengan POM TNI. Ada lima tersangka yang sudah ditetapkan oleh POM TNI.

Sedangkan dari pihak sipil, KPK baru menetapkan Irfan Kurnia Saleh. Irfan diduga meneken kontrak dengan Augusta Westland, perusahaan joint venture Westland Helicopters di Inggris dengan Agusta di Italia, yang nilainya Rp 514 miliar.

Sementara itu, untuk kontrak pengadaan helikopter dengan TNI AU, nilainya malah Rp 738 miliar, sehingga terdapat potensi kerugian keuangan negara sekitar Rp 224 miliar.

Adapun hingga saat ini POM TNI dan KPK masih menunggu penghitungan kembali kerugian negara oleh BPK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...