Jumat, 19 Januari 2018 | 14.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Yenny Wahid batal dicalonkan Gerindra di Pilgub Jatim

Yenny Wahid batal dicalonkan Gerindra di Pilgub Jatim

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 3 Januari 2018 - 22:06 WIB

IMG-29288

Yenny Wahid usai bertemu Ketua Umum Prabowo Subianto di kediaman Prabowo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1) malam. FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Putri Presiden keempat Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur),┬áZanubah Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid batal dicalonkan Partai Gerindra untuk maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018.

Yenny menyebutkan alasannya keluarga besar NU tidak mengizinkan untuk maju di ajang politik tersebut.

“Kami keluarga Gus Dur punya tugas sejarah. Terutama agar komunikasi NU tidak pecah. Kami tidak boleh ikut masuk kontes yang berlangsung,” kata Yenny di Jakarta, Rabu (1/3).

Meski demikian, Yenny tetap berterima kasih atas tawaran Prabowo tersebut. Dia mengaku telah memikirkan dengan matang tawaran Prabowo. Namun Yenny lebih memilih pertimbangan dari keluarganya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo atas tawaran yang telah beliau sampaikan. Sesungguhnya tawaran sudah saya pikirkan,” ujarnya.

Menanggapi jawaban Yenny, Prabowo mengaku sedih karena tawarannya tidak diterima. Selama ini, Prabowo menilai Yenny sebagai kader bangsa yang memiliki wawasan luas. Meski demikian, dia tetap menghargai sikap Yenny.

“Beliau tidak diizinkan oleh keluarganya. Saya menilai beliau adalah kader bangsa yang terkemuka yang punya wawasan sangat luas. Saya selalu berharap memberi sumbangan kepada kita semua,” kata Prabowo.

Prabowo mengaku sedih atas keputusan tersebut, namun ia menghormati pilihan Yenny. “Dengan sedih saya menerima dan menghormati, tapi ya mau diapakan lagi,” katanya.

Sebelumnya, Yenny mengakui dirinya diminta Prabowo untuk dijadikan calon gubernur Jawa Timur. Ia pun berjanji akan memberikan jawaban dan hal itu sudah disampaikannya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...