Jumat, 19 Januari 2018 | 14.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Selalu kandas di Jabar resiko besar menanti PDIP meski usung Emil

Selalu kandas di Jabar resiko besar menanti PDIP meski usung Emil

Kamis, 4 Januari 2018 - 11:11 WIB

IMG-29299

Ilustrasi bendera PDIP.

Bandung, kini.co.id – PDIP berpeluang mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018, namun demikian tentu bukan hal yang muda bagi partai moncong putih itu berlaga di tatar sunda.

“Peluangnya (mengusung Ridwan Kamil) memang besar, apalagi dari dulu PDIP sebenarnya ingin mengusung Ridwan Kamil, tapi terganjal persoalan komunikasi,” ungkap pakar politik dan pemerintahan dari Unpad, Firman Manan di Bandung, Rabu (3/1).

Meski peluangnya besar, pengusungan Ridwan Kamil oleh PDIP bukan tanpa risiko. Bahkan, risikonya cukup besar, baik bagi PDIP maupun Ridwan Kamil sendiri.

Menurut Firman, PDIP dan Ridwan Kamil bakal sama-sama kewalahan melawan rival-rivalnya yang akan berdampak pada tipisnya peluang meraih kemenangan.

Dengan track record PDIP, khususnya di Jabar selama ini kurang baik. PDIP selalu kandas dalam ajang pesta demokrasi di Jabar.

Seperti di Pilgub Jabar 2008 dan 2013, PDIP pun harus kandas, kemudian pada Pilpres 2014 juga keok di Jawa Barat. Fenomena tersebut membuktikan bahwa dukungan publik Jabar kepada PDIP bermasalah.

Firman mengatakan tipologi masyarakat Jabar adalah religius, bahkan banyak kalangan Islam konservatif yang menilai PDIP anti-Islam.

Hal lain yang akan membuat repot PDIP dan Ridwan Kamil, lanjut Firman, adalah ketiadaan sosok ideal yang dapat disodorkan PDIP sebagai calon pendamping Ridwan Kamil.

Firman menilai, sejumlah figur yang telah dijaring PDIP sebagai kandidat cagub/cawagub Jabar belum memenuhi kriteria ideal untuk meng-counter citra negatif PDIP di Jabar tersebut.

“Untuk menjaga muruah partai, PDIP tentu akan menyodorkan figur cawagub jika jadi mengusung Ridwan Kamil. Sayangnya, figur ideal itu tidak dimiliki PDIP. Tidak ada calon PDIP dengan background religius,” tegasnya.

PDIP, kata Firman, harus benar-benar mampu memilih figur calon pendamping Ridwan Kamil yang tepat, minimal tidak memicu sentimen negatif dan relatif tidak bermasalah.

Dengan kriteria tersebut, Firman menyebut, kader PDIP Puti Guntur Soekarno paling layak disodorkan sebagai calon pendamping Ridwan Kamil.

“Namun lagi-lagi, kemunculan Puti juga bisa bermasalah karena adanya diferensiasi dalam menyikapi sosok pemimpin perempuan. Apalagi kalangan Islam konservatif menilai sensitif soal kepemimpinan perempuan,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, risiko yang harus ditanggung PDIP dan Ridwan Kamil jika PDIP benar-benar menjadi kendaraan politik Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 cukup besar.

Kondisi ini pun akan membuat pertarungan di ajang Pilgub Jabar 2018 semakin menarik dan menguntungkan rival-rival PDIP-Ridwan Kamil. Pasalnya, posisi Ridwan Kamil yang masih leading bisa tersalip rival-rivalnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...