Senin, 22 Januari 2018 | 03.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pertimbangan hakim tolak eksepsi Setya Novanto

Pertimbangan hakim tolak eksepsi Setya Novanto

Kamis, 4 Januari 2018 - 12:17 WIB

IMG-29304

Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto melambaikan tangan usai menjalani sidang dengan agenda tanggapan jaksa terhadap eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (28/12). FOTO: Antara/Rosa Panggabean.

Jakarta, kini.co.id – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta tetap melanjutkan perkara kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto.

Majelis hakim menolak eksepsi atau keberatan dari tim kuasa hukum Setya Novanto atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Mengadili, menyatakan eksepsi terdakwa tidak dapat diterima. Surat dakwaan JPU Telah memenuhi ketentuan syarat formil dan materil dan sah menurut hukum. Memerintahkan untuk melanjutkan pemeriksaan perkara kepada Setya Novanto,” ungkap Ketua Majelis Hakim Yanto dalam amar putusan yang dibacakan, di Jakarta, Kamis (4/1).

Dalam pertimbangannya, majelis sependapat dengan dalil JPU yang menilai surat dakwaan telah memenuhi syarat formil dan materi sesuai dengan Pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP.

Terlebih terkait adanya beberapa perbedaan surat dakwaan Setya Novanto dengan dakwaan Irman, Sugiharto, dan Andi Narogong, majelis kembali menguatkan dalil JPU. Alasannya, yang menjadi dasar pemeriksaan dalam perkara ini adalah surat dakwaan atas nama Setya Novanto.

Sehingga tidak relevan jika penasihat hukum memberikan penilaian terhadap surat dakwaan lainnya. Kemudian, terkait uang yang diterima Setya Novanto US$ 7,3 juta, yang dianggap tidak termuat dalam audit perhitungan kerugian negara, menurut majelis hal tersebut sudah masuk dalam pokok perkara.

Dengan demikian, hal itu perlu adanya pembuktian lebih lanjut. Kemudian terkait nama-nama yang hilang, seperti Ganjar Pranowo dan Yasona Laoly dalam dakwaan Setya Novanto, majelis berpendapat tidak menjadikan status hukum terdakwa (Setya Novanto) menjadi hilang.

Selain itu nama-nama tersebut sudah disebutkan dalam persidangan Irman, Sugiharto, dan Andi Narogong. Sehingga tidak menjadikan surat dakwaan kabur dan tidak jelas.

Setya Novanto pun menghormati putusan tersebut dan akan kooperatif. “Saya sangat menghormati dan saya akan mengikuti (proses persidangan) selanjutnya secara kooperatif,” ucap Setnov.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...