Jumat, 19 Januari 2018 | 14.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Bahas Pilgub Sumut, Tengku Erry temui JK

Bahas Pilgub Sumut, Tengku Erry temui JK

Jumat, 5 Januari 2018 - 09:57 WIB

IMG-29327

Tengku Erry Nuradi saat menemui Wapres Jusuf Kalla di kantornya, Kamis (4/1). FOTO: Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (4/1) kemarin.

Tengku Erry datang bersama anggota DPD Parlindungan Purba dan sejumlah pimpinan media cetak di Medan, selain bersilaturahmi, juga membicarakan tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018.

Apakah membahas soal rekomendasi Partai Golkar untuk dirinya yang sebelumnya sempat ada wacana jika Erry yang mendaftar ke Golkar akan ditinggal ?

Usai pertemuan, Erry kepada wartawan mengatakan, di Sumut tahun 2018 ini akan ada delapan kabupaten/kota yang menggelar pilkada untuk memilih bupati/wali kota, yakni Langkat, Deli Serdang, Batu Bara, Dairi, Tapanuli Utara, Padang Sidempuan, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara serta pilkada untuk memilih gubernur-wagub Sumut.

“Anggaran yang disediakan dari APBD Sumut untuk pilgub dan pilkada delapan kabupaten dan kota se-Sumut, tidak sedikit. Dari total sekitar Rp1,2 triliun, anggaran tersebut akan dibagi untuk tiga peruntukan yakni KPU, Bawaslu dan keamanan,” kata Erry.

Dengan besar pembiayaan itu, Erry berharap dalam pelaksanaan pilkada serentak nantinya, bisa berlangsung sukses sebab bukan hanya persoalan anggaran, tetapi yang paling penting dan mahal adalah bagaimana kebersamaan dan kekompakan masyarakat bisa terjaga.

“Yang paling mahal adalah kekompakan kita bisa terjaga. Jangan sampai karena beda pilihan, hubungan menjadi kurang baik. Apalagi kita kan sudah pengalaman sejak 2005, sehingga kondusivitas Sumut sebagai negeri berbilang kaum, bisa jadi contoh bagi provinsi lain di dalam keberagaman dan demokrasi,” katanya.

Erry berharap pesta demokrasi Juni 2018 nanti mudah-mudahan berjalan lancar.

“Ya mudah-mudahan ada masukan baik yang penting adalah bagaimana supaya kita semua menjalankan pilkada dengan kondisi yang baik,” ungkapnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...