Jumat, 19 Januari 2018 | 14.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Djarot dan Risma ‘diekspor’, pengamat: PDIP gagal kaderisasi

Djarot dan Risma ‘diekspor’, pengamat: PDIP gagal kaderisasi

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 6 Januari 2018 - 18:49 WIB

IMG-29364

Djarot Syaiful Hidayat mencium tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri usai pengumuman Djarot diusung PDIP di Pilgub Sumut, Kamis (4/1) di DPP PDIP. FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Diekspornya Djarot Syaiful Hidayat ke Sumatera Utara dan Tri Rismaharini alias Risma ke Kalimantan Timur (Kaltim), menurut pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, menandakan PDIP gagal melakukan kaderisasi.

“Salah satu tugas partai politik (parpol) dalam berdemokrasi adalah menyiapkan kader berkualitas, yang mempunyai visi dan misi jauh ke depan serta mumpuni untuk maju menjadi wakil rakyat, pemimpin daerah maupun pemimpin bangsa,” ujar Direktur eksekutif Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, di Jakarta, Sabtu (6/1).

Menurut Panci, kaderisasi partai politik menjadi syarat mutlak mempertahankan elektabilitas sebuah partai politik sekaligus menempatkan perwakilannya di parlemen, pimpinan daerah, hingga ketokohan di masyarakat bersangkutan.

“Apalagi alasan Megawati (ketum PDIP) mengirim Djarot dikarenakan kader potensial tetapi masih menganggur. Ini (alasan) kan sangat tidak benar, kok sebut-sebut menganggur,” tukasnya.

Namun demikian, dosen ilmu politik Universitas Islam (UIN) Negeri Syarif Hidayatullah itu mengakui ada juga partai politik yang melakukan kaderisasi sehingga mampu mempertahankan elektabilitas sekaligus menempatkan kader-kadernya dalam berbagai posisi di pemerintahan.

Seperti Golkar, Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional (PAN). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...