Senin, 22 Januari 2018 | 03.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi bekuk otak dan pemeran video dewasa yang libatkan anak di Bandung

Polisi bekuk otak dan pemeran video dewasa yang libatkan anak di Bandung

Reporter : Yudi | Senin, 8 Januari 2018 - 14:12 WIB

IMG-29392

ilustrasi

Bandung, kini.co.id – Tim gabungan Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepolisian Resor Kota Besar Bandung menangkap sutradara beserta dua perempuan pemeran dalam dua video dewasa bersama tiga anak yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Marwoto mengatakan perekam video sekaligus pengarah atau sutradara video itu adalah MFA (Muhamad Faisal Akbar).

“Dia MFA juga menjadi penjual (video),” kata Agung dalam konferensi pers di Bandung, Senin (8/1).

Selain menangkap MFA, polisi juga menangkap lima perempuan, dua di antaranya adalah Ap alias In (Apriliana alias Intan) dan IM (Imeldha Oktavianie) yang merekrut sekaligus pemeran dalam video porno tersebut.

Sementara tiga perempuan lain, yakni Cici, Su (Susanti), dan He (Herni), dinilai turut membiarkan terjadinya persetubuhan antara orang dewasa dengan anak.

“Satu orang masih dalam pencarian,” tutur Agung.

Agung memaparkan perbuatan para tersangka sudah berlangsung sejak April hingga Agustus 2017. Perekaman video berlangsung pada Agustus 2017.

Saat proses perekaman berlangsung, orangtua dari anak yang menjadi korban juga turut hadir. Tiga anak yang menjadi korban berusia antara 9-11 tahun.

Polisi menjerat mereka dengan Pasal 81 Ayat (2), Pasal 82 Ayat (1), dan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 dan/atau Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Mereka dikenai pidana persetubuhan dan percabulan serta eksploitasi terhadap anak di bawah umur dengan memproduksi dan menyebarluaskan pornografi melalui informasi elektronik.

Akibat perbuatannya, para tersangka terancam hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...