Senin, 22 Januari 2018 | 03.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Yudi Ayodya beberkan berkas Ali Sadli dibakar usai OTT KPK

Yudi Ayodya beberkan berkas Ali Sadli dibakar usai OTT KPK

Selasa, 9 Januari 2018 - 08:48 WIB

IMG-29403

Kepala Sub Auditorat III Auditorat Keuangan Negara BPK Ali Sadli (kanan) menjalani sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 18 Oktober 2017. FOTO: Antara

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah dokumen milik auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Sadli diketahui telah dibakar setelah dia terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 26 Mei 2017.

Kepala Sub Auditorat III Auditoriat Keuangan Negara BPK itu dan atasannya, Rochmadi Saptogiri, ditangkap dalam OTT KPK karena menerima suap Rp240 juta dari Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Sugito. Suap itu diduga untuk pemberian Opini WTP bagi laporan keuangan kementerian ini.

“Saat itu Puang, Pak Widi, tanya ke saya ‘Pak Yud, dokumen bagaimana? Dibakar saja?’ Saya katakan tidak tahu karena sudah dibakar, sebelumnya saya sudah pernah tanya ke Bu Ali bagaimana dokumennya Pak Ali, tapi dijawab agak ketus,” kata saksi Yudi Ayodya dalam sidang perkara suap ke auditor BPK itu di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (8/1) dilansir Antara.

Yudi Ayodya adalah auditor BPK yang menjadi kepala tim Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pemeriksaan itu menemukan selisih Rp1,1 triliun untuk pembayaran honor pendamping desa.

Sementara Puang yang dimaksud oleh Yudi Ayodya adalah seorang pensiunan BPK yang bernama Widi. Adapun Bu Ali adalah istri Ali Sadli. 

“Kenapa tanya dokumen?” Jaksa penuntut umum KPK Ali Fikri bertanya untuk memperjelas keterangan Yudi Ayodya.

“Saya ditanya Pak Widi, saya tidak tahu, lalu saya tanya Bu Ali (lalu dijawab ketus),” jawab Yudi. 

Jaksa penuntut umum KPK lalu mengklarifikasi soal adanya sejumlah bukti percakapan antara Yudi dengan anggota tim BPK lainnya yang sedang mengusun laporan keuangan (LK). Dalam percakapan itu ada sejumlah kata “darurat”.

Yudi kemudian menjawab, “Karena pemeriksaan kami baru selesai tapi Pak Ali kena masalah, jadi LK belum lengkap, pemeriksaan baru selesai.”

Jaksa KPK juga mencatat dokumen milik Ali Sadli itu juga ternyata ada di sejumlah mobilnya yang dipindahkan ke rumah tetangganya bernama Apriadi Malik alias Yaya.

“Pada BAP saudara (Apriadi Malik alias Yaya) menerangkan bahwa, pada tanggal 26 dan 27 Mei, ‘Saya menelepon Agus, supir saya, untuk menyimpan mobil Ali Sadli yang tadinya diparkir di tempat saya di Kebayoran Essence termasuk dokumen-dokumen yang disampaikan saudara Agus’, ini dokumen apa?” tanya jaksa KPK Takdir Sulhan kepada Apriadi Malik alias Yaya.

Dalam catatan Jaksa KPK, setidaknya ada 5 mobil Ali Sadli yang diungsikan ke rumah milk Yaya pada 26 Mei 2017 seusai OTT berlangsung.

Namun, Yaya hanya menjawab, “Saya tidak tahu. Awalnya tidak tahu keberadaan dokumen itu, karena rumah saya di Kebayoran Essence itu rumah kosong. Ketika mobil dikembalikan, saya masukkan lagi dokumennya jadi saya tidak tahu, kan saya gak lihat.” 

Tapi, Jaksa Takdir Sulhan meragukan keterangan Yaya. Takdir lalu menyatakan, “Tapi ini di rekaman pembicaraan saudara dengan seseorang ini ditanya ‘barang-barang dia (Ali Sadli) di mana?’ Saudara menjawab mobil-mobil sudah aman, sudah di sana, sudah clear di sana, sudah diberesin’, ini bagaimana penjelasannya?” 

Namun, Yaya tetap bersikukuh tidak mengetahui isi dokumen itu. “Bener saya tidak ingat,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Ali Sadli telah didakwa melanggar pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pencucian Uang. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...