Senin, 22 Januari 2018 | 03.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Tak Diminati, Menkeu Akan Evaluasi Insentif Perpajakan

Tak Diminati, Menkeu Akan Evaluasi Insentif Perpajakan

Reporter : Fauzan | Selasa, 9 Januari 2018 - 09:36 WIB

IMG-29406

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9). Rapat kerja tersebut membahas asumsi dasar ekonomi makro dalam RAPBN 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah menggunakan banyak pilihan agar masyarakat terutama pengusaha taat pajak. Di antaranya dengan memberikan insentif perpajakan seperti tax holiday atau tax allowance.

Untuk itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana akan mengevaluasi insentif perpajakan tersebut karena tidak diminati pengusaha.

Ia mengatakan insentif itu masih bisa direvisi dengan Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri Keuangan.

“Beberapa hal mungkin perlu kita review lagi, sebetulnya kebutuhan industri apa,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (8/1/2017).

Menurut dia, awalnya pihaknya memberi insentif perpajakan dengan tujuan mendorong investasi di sektor tertentu terutama bagi industri hilir.

Namun, formulasi insentif perpajakan yang disusun oleh pemerintah dan BKPM pada periode 2007-2008 ini sudah dirasakan membutuhkan perubahan yang sesuai dengan kondisi terkini.

“Yang sudah ada seperti tax holiday dan tax allowance kita akan lihat kenapa peminatnya kurang, apakah bentuk allowance-nya bisa diubah supaya menarik,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...