Jumat, 19 Januari 2018 | 14.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK cekal Fredrich, Hilman Mattauch dan dua lainnya terkait Setnov

KPK cekal Fredrich, Hilman Mattauch dan dua lainnya terkait Setnov

Reporter : Yudi Andriansyah | Selasa, 9 Januari 2018 - 20:01 WIB

IMG-29425

Mantan kontributor MetroTV, Hilman Mattauch keluar dari gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Selasa (9/1). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan pencekalan terhadap 4 orang agar tidak bepergian ke luar negeri.

Mereka dicekal karena diduga mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung maupun tidak langsung penyidikan terhadap Setya Novanto di kasus korupsi e-KTP.

Keempat orang tersebut adalah mantan kuasa hukum Setya Novanto, yakni Fredrich Yunadi, Hilman Mattauch mantan kontributor MetroTV yang juga orang dekat Setnov.

Kemudian dua orang lainnya adalah Ajun Komisaris Reza Pahlevi mantan ajudan Setya Novanto saat masih menjadi Ketua DPR serta Rudyansyah yang merupakan pelapor 2 pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, ke polisi lantaran menandatangani penetapan Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP untuk kedua kalinya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan lembaganya sudah mengajukan permintaan pencekalan 4 nama itu kepada pihak keimigrasian.

“KPK dalam hal ini sudah mengirimkan surat pada Ditjen Imigrasi, Kemenkumham tentang pencegahan terhadap 4 orang itu,” kata Febri di Jakarta, Selasa (9/1).

Menurut Febri pencekalan 4 orang tersebut berdasarkan pasal 12 ayat 1 huruf b UU KPK. Keempatnya dicegah selama 6 bulan terhitung sejak 8 desember 2017.

“Dicegah ke luar negeri karena dibutuhkan keterangannya, agar saat dipanggil sedang berada di Indonesia,” kata Febri.

KPK saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP yang menjerat Setya Novanto menjadi terdakwa.

Penyelidikan tersebut untuk mengusut pelanggaran Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Indikasi upaya menghalang-halangi penyidikan itu berkaitan dengan insiden saat mobil Novanto menabrak tiang listrik pada pertengahan November 2017.

Saat itu, Novanto yang beberapa kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK, tiba-tiba terlibat kecelakaan. Ia bersama Hilman menaiki mobil yang menabrak tiang listrik. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...