Jumat, 19 Januari 2018 | 14.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fredrich dan Bimanesh diduga manipulasi data medis Setnov

Fredrich dan Bimanesh diduga manipulasi data medis Setnov

Kamis, 11 Januari 2018 - 11:46 WIB

IMG-29441

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. FOTO: Antara.

Jakarta, kini.co.id – Pengacara Fredrich Yunadi dan dokter di RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo diduga bekerja sama untuk memanipulasi data-data medis untuk Setya Novanto saat dirawat setelah kecelakaan menabrak tiang listrik.

“FY (Fredrich) dan BST (Bimanesh) diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka SN (Setnov) ke salah satu RS untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK kepada tersangka SN,” ujar Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/1).

Basaria menjelaskan penyidik KPK saat ini masih menyelidiki motif dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi Bimanesh ikut serta membantu Fredrich dengan membuat catatan rekaman medis fiktif. KPK juga masih melakukan pendalaman pasca memeriksa 35 saksi dan ahli sebelum penetapan tersangka. 

“Penyidikan ini kan baru dimulai. Itu sesuatu yang tentu akan didalami,” kata Febri. 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan juga membenarkan upaya Fredrich Yunadi yang meminta kamar perawatan VIP yang akan di-booking satu lantai padahal saat itu Setya Novanto belum diketahui akan dirawat. 

“Sebelum SN (Setya Novanto) dirawat di RS, diduga FY (Fredrich Yunadi) telah datang terlebih dahulu untuk berkoordinasi dengan pihak RS. Didapat juga informasi salah satu dokter di RS mendapatkan telepon dari seorang yang diduga sebagai pengacara SN bahwa SN akan dirawat di RS sekitar pukul 21.00. (FY) yang meminta kamar perawatan VIP yang rencana akan di-booking satu lantai padahal saat itu belum diketahui SN akan dirawat karena sakit apa,” jelas Basaria. 

Saat ditanya apakah ada lobi khusus yang dilakukan Fredrich kepada Bimanesh selakudokter di RS Permata Hijau, Basaria mengatakan hal itu masih berusaha dikonfirmasi oleh penyidik KPK. 

Terkait mengenai keterlibatan manajemen RS Medika Permata Hijau, Basaria Pandjaitan tidak menjawab rinci mengenai hal itu. Ia hanya memastikan informasi mengenai upaya Fredrich membooking satu lantai RS sebelum Setnov dirawat itu adalah hasil pengumpulan informasi penyidik.  

“Kalau bookingan satu lantai ini informasi yang diterima oleh penyidik. Memang begitu adanya,” tutur Basaria. 

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah pun belum bisa menjawab kemungkinan ada “upeti” yang diserahkan Fredrich dalam berusaha mem-booking satu lantai untuk Novanto.

Febri mengatakan, KPK baru memastikan adanya pertemuan untuk berusaha memesan kamar lewat rekaman CCTV yang disita KPK dari RS Medika Permata Hijau. 

“Bahwa sebelum peristiwa itu terjadi menjelang malam, sudah ada pihak-pihak tertentu yang teridentifikasi oleh tim datang ke rumah sakit dan bahkan berkoordinasi untuk memesan kamar. Tentu itu yang kami klarifikasi bolak-balik,” kata Febri.

Febri juga menegaskan, informasi yang disampaikan tentu dalam proses penyidikan kemarin didapatkan informasinya bahwa ada upaya untuk mem-booking satu lantai. Akan tetapi, KPK belum mendapati besaran uang yang diduga sebagai sarana mem-booking satu lantai rumah sakit. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor ...
KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 10:40 WIB

KPK akan periksa 46 mantan anggota DPRD Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana memeriksa mantan 46 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014. Pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir ...
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...