Senin, 22 Januari 2018 | 03.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Usut Kasus Hilangnya Novanto, KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi

Usut Kasus Hilangnya Novanto, KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi

Reporter : Fadilah | Kamis, 11 Januari 2018 - 14:30 WIB

IMG-29449

Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. FOTO: Antara.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kabarnya menggeledah kantor Advokat Fredrich Yunad an associates yamg terletak di Jalan Iskandar Muda 15c dan d, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (11/1/2018).

Kabarnya penggeledahan ini terkait dengan penyidikan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Hal tersebut pun dibenarkan oleh Jubir KPK, Febri Diansyah.

“Benar ada tim di lapangan terkait penyidikan terhadap FY (Fredrich Yunadi) sebagai tersangka,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Namun Febri belum mau menyebutkan bukti apa yang tengah dicari oleh penyidik di kantor Fredrich. Pasalnya penggeledahan masih berlangsung hingga saat ini.

“Masih berlangsung (penggeledahannya),” kata Febri.

Pada Rabu, (10/1/2018) kemarin, KPK mengumumkan penetapan tersangka terhadap Fredrich Yunadi dan Dr. Bimanesh Sutardjo.

Penetapan tersangka terhadap keduanya sudah berdasarkan pada dua bukti permulaan yang cukup dan melalui proses penyelidikan. Dalam proses penyelidikan sendiri, ada sekitar 35 saksi dan ahli yang telah dimintai keterangannya.

Keduanya diduga dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Caranya yakni dengan sengaja memasukan Setya Novanto ke salah satu rumah sakit untuk menjalani rawat inap dengan data medis di manipulasi untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan penyidik KPK.

Akibat perbuatannya itu, keduanya diduga melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...