Senin, 22 Januari 2018 | 03.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Kemenkes dinilai lamban tangani wabah difteri

Kemenkes dinilai lamban tangani wabah difteri

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 11 Januari 2018 - 22:02 WIB

IMG-29456

Mahasiswa Universitas Esa Unggul, Jakarta tengah melakukan imunisasi difteri. FOTO: KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai NasDem Amelia Anggraini mengatakan secara tegas bahwa Kementerian Kesehatan sangat lamban dalam mengantisipasi wabah virus difteri.

Padahal, Kementerian yang dipimpin oleh Nila Moeloek sudah dua kali melakukan upaya penanganan namun kurang mendapatkan respon dari masyarakat.

“Buktinya, dua kali antisipasi dari Kemenkes ini dianggap angin lalu di daerah,” ujarnya dalam Rapat Kerja antara Komisi IX dan Kementerian Kesehatan di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (11/1).

Legislator NasDem Dapil Jawa Tengah VII ini juga menyoroti lemahnya pengawasan. Padahal sudah keluar surat UM.01 .05/1/3274/2017 tentang perlunya tindakan segera terhadap wabah difteri.

“Ada 14 kasus, berarti pelaksanaan ORI belum efektif, dan bagaimana sistem evaluasinya? Dan bagaimana pelaksanaan imunisasi rutin di Indonesia,” tanya Amel.

Amel juga menyoroti soal masih minimnya pemahaman masyarakat tentang virus difteri. Mereka tidak paham salah satu bentuk pencegahan virus difteri adalah lewat imunisasi.

“Belum lagi sebagian masyarakat memahami imunisasi ini hukumnya haram. Bagaimana edukasi tentang difteri ini?” Ucapnya.

Dalam hematnya, agar virus mematikan ini tidak terus berlanjut, perlu kiranya dikaji ulang keberadaan UU tentang Karatina Kesehatan. Hal ini untuk meminimalisir daerah yang terjangkit saat wabah ini kembali.

“UU Karantina kesehatan perlu ditinjau ulang agar dapat bergerak cepat saat ada KLB,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...