Senin, 22 Januari 2018 | 02.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mangkir, Fredrich minta KPK tunda pemeriksaan

Mangkir, Fredrich minta KPK tunda pemeriksaan

Jumat, 12 Januari 2018 - 16:46 WIB

IMG-29476

Fredirch Yunadi, mantan pengacara Setya Novanto saat penggeledahan di kantornya. FOTO: Antara.

Jakarta, kini.co.id – Fredrich Yunadi mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pemeriksaan perdana dirinya sebagai tersangka, Jumat (12/1).

Melalui kuasa hukumnya, dilansir Antara Fredrich juga meminta KPK menunda pemeriksaan terhadap advokat tersebut. 

“Ya hari ini tidak hadir beliau (Fredrich),” kata Sapriyanto Refa, kuasa hukum Fredrich di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1).

Fredrich bersama dokter Bimanesh Sutarjo sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas tersangka Setya Novanto.

Keduanya dipanggil oleh KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka. Tapi, hanya Bimanesh yang memenuhi panggilan KPK. Bimanesh merupakan dokter spesialis penyakit dalam, konsultan ginjal dan hipertensi di RS Medika Permata Hijau. 

Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama agar Setya Novanto bisa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dengan memanipulasi data-data medis.

Tujuannya agar Novanto bisa menghindari pemeriksaan KPK. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp600 juta.

Sapriyanto Refa mengatakan sudah menyampaikan surat permohonan untuk penundaan pemeriksaan kliennya ke KPK pada Kamis kemarin (11/1/2018). Hari ini, dia mengaku mendatangi KPK untuk mengetahui jawaban KPK, yakni mengabulkan permohonan itu atau tidak. 

Dia menjelaskan surat permohonan itu meminta KPK menunda pemeriksaan Fredrich sampai adanya putusan terkait pemeriksaan Komisi Pengawas Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) terhadap Fredrich.

“Kalau dikabulkan (oleh KPK) kan berarti (pemeriksaan) bisa ditunda. Kalau tidak dikabulkan kan bisa diagendakan ulang, ini kan baru pemanggilan pertama,” kata Refa.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...