Senin, 22 Januari 2018 | 02.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK tahan dokter Bimanesh Sutarjo

KPK tahan dokter Bimanesh Sutarjo

Sabtu, 13 Januari 2018 - 07:30 WIB

IMG-29481

Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo mengenakan baju tahanan keluar di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/1). Dokter spesialis penyakit dalam itu ditahan setelah diperiksa selama lebih dari 12 jam terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto. FOTO: Antara/Rosa Panggabean

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan dokter Bimanesh Sutarjo, pada Jumat malam (12/1).

Penahanan itu diketahui saat Bimanesh meninggalkan Gedung KPK yang mengenakan rompi oranye yang merupakan bukti bahwa seseorang ditahan KPK. 

Dokter yang aktif di RS Medika Permata Hijau sejak 2002 itu keluar dari gedung KPK sekitar pukul 22.41 WIB.

Sambil mengenakan rompi oranye bertuliskan KPK, Bimanesh pun berjalan perlahan meninggalkan gedung KPK.

Begitu menapak di pintu keluar gedung KPK, Bimanesh tidak mau berbicara. Ia memilih diam saat awak media mengonfirmasi tentang pemeriksaan dirinya maupun perihal penyewaan satu lantai RS Medika untuk perawatan Setya Novanto.

Ia hanya berjalan melintasi para wartawan dan tertunduk begitu memasuki mobil tahanan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan KPK menahan Bimanesh. Pria yang juga berpraktik di RS Polri itu ditahan selama 20 hari di Rutan Guntur.

“Ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama,” kata Febri di Jakarta.

Penyidik KPK sudah memeriksa Bimanesh selama lebih dari 10 jam sejak pagi sampai malam pada hari ini.

Tersangka dugaan merintangi proses penyidikan KPK terhadap Setya Novanto itu diperiksa sejak sekitar pukul 09.30 WIB. 

Febri menerangkan pemeriksaan Bimanesh cukup lama karena penyidik KPK perlu mendalami banyak hal.

Tapi, Febri tidak memberikan penjelasan banyak soal materi pemeriksaan perdana Bimanesh sebagai tersangka itu. 

“Tadi sudah saya sebutkan, pertama hak tersangka kita sampaikan, kedua memastikan soal identitas, ketiga kita klarifikasi beberapa peristiwa yang terjadi dalam rentang waktu 15 dan 16 November 2017,” kata Febri.

Bimanesh Sutarjo dan Fredrich Yunadi ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek e-KTP atas tersangka Setya Novanto.

Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama agar Setya Novanto bisa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau dengan memanipulasi data-data medis. Tujuannya agar Novanto bisa menghindari pemeriksaan KPK. 

Keduanya disangkakan melanggar Pasal 21 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Keduanya dipanggil oleh KPK untuk menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...