Senin, 22 Januari 2018 | 02.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fredrich Yunadi dijemput paksa KPK

Fredrich Yunadi dijemput paksa KPK

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 13 Januari 2018 - 07:51 WIB

IMG-29485

Advokat Fredrich Yunadi tiba di gedung KPK, Sabtu (13/1) dini hari usai dijemput di kawasan Selatan Jakarta. FOTO: Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjemput paksa advokat Fredrich Yunadi dari kawasan Selatan Jakarta yang dipanggil mangkir setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan perkara dugaan korupsi proyek e-KTP.

Dengan mengenakan kaos oblong hitam, mantan pengacara Setya Novanto itu tiba di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (13/1) dini hari yang di kawal oleh sejumlah tim dari KPK dibantu aparat kepolisian saat turun dari mobil Toyota Innova warna silver.

Fredrich tidak mau menjelaskan lebih lanjut terkait upaya jemput paksa yang dilakukan KPK. Saat masuk lobi KPK, dia terlihat menenteng plastik warna putih.

“Enggak ada komentar. Enggak ada komentar,” ucapnya singkat.

Apakah mantan kuasa hukum Setya Novanto itu dijebloskan ke jeruji besi usai menjalani pemeriksaan menyusul dokter Bimanesh Sutarjo yang juga resmi ditahan KPK.

“Itu (penahanan) salah satu opsi yang akan kita pertimbangkan nantinya, karena memang sesuai hukum hal itu dimungkinkan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Sabtu (13/1) dini hari.

Menurut Febri, pihaknya memiliki waktu 1×24 jam untuk memutuskan hal itu. Yang jelas, kata Febri, tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto itu saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

“Penyidik punya waktu maksimal 24 jam. Jadi nanti kalau sudah ditentukan proses lebih lanjut seperti penahanan tentu akan kami infokan lebih lanjut,” tutur Febri.

Sebelumnya KPK telah menetapkan Fredrich dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Keduanya diduga kongkalikong agar Novanto dapat dirawat di RSMPH untuk menghindari pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh penyidik KPK.  

Selain itu, keduanya juga diduga memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK. Fredrich bahkan disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...