Senin, 22 Januari 2018 | 02.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Didemo ormas Islam, ini tanggapan Facebook

Didemo ormas Islam, ini tanggapan Facebook

Reporter : Yudi Andriansyah | Sabtu, 13 Januari 2018 - 08:25 WIB

IMG-29489

Massa ormas Islam di depan kantor Facebook Jl Gatot Subroto kawasan Selatan Jakarta, Jumat (12/1). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Ribuan massa ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Tolak Kezholiman Facebook, gabungan dari FPI dan alumni Aksi 212, Jumat (12/1) kemarin melakukan aksi di depan kantor Facebook gedung Capital Place, Jalan Gatot Subroto, kawasan Selatan Jakarta.

Mereka memprotes langkah Facebook yang telah melakukan pemblokiran terhadap sejumlah akun tokoh dan ormas Islam.

Mengomentari protes yang dilayangkan ormas tersebut, juru bicara Facebook mengatakan bahwa Facebook memang sangat tegas dalam menindak konten-konten maupun akun yang telah melanggar Standar Komunitas yang telah ditetapkan.

“Kami ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman dan keluarganya. Kami terbuka apabila Facebook digunakan untuk berdiskusi mengenai beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran akan isu yang penting bagi masyarakat. Namun, kami akan menghapus konten yang melanggar Standar Komunitas yang telah ditetapkan,” kata juru bicara Facebook dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (12/1).

Ditambahkan pihak Facebook standar Komunitas Facebook dibuat untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian, atau kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka.

Eggi Sudjana, perwakilan dari Aliansi Tolak Kezaliman Facebook menduga pemblokiran akun-akun milik ormas Islam di Facebook berkaitan dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

“Indikasinya kan mereka mengkoordinasi tentang informasi siber, kan ini masuk dunia siber. Dugaan kita apakah ini ada kaitannya dengan lembaga itu [BSSN] untuk menutup blok-blok kita, Facebook diperintahkan,” kata Eggi.

Eggi pun meminta BSSN mau memberikan klarifikasi tentang dugaan tersebut.

“Kalau enggak [berkaitan] kenapa dia ditutup. Harusnya dia bisa jelasin juga, panggil tuh Facebook, karena kita udah datangi di sini pihak Facebook-nya pengecut enggak ada,” kata Eggi.

Pria yang juga advokat Tim Pembela Ulama dan Aktivis itu menyatakan bahwa pihaknya bisa menggugat Facebook lewat Undang-undang 40 tahun 1999 tentang pers atau Undang-undang 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. 

Hal itu akan mereka lakukan apabila Facebook tidak merespons tuntutan mereka. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan menggugat pemerintah bila tuntutan mereka tidak dipenuhi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 22:59 WIB

Jadi tim sukses atau peserta Pilkada, Wartawan diminta nonaktif

Dewan Kehormatan PWI Pusat mengimbau wartawan yang terlibat sebagai tim sukses peserta Pilkada Serentak 2018 untuk sementara nonaktif dari kegiataan ...
Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam
Peristiwa - Minggu, 21 Januari 2018 - 18:11 WIB

Truk lebihi muatan penyebab waktu tempu Jakarta- Bandung lebih dari lima jam

Pemerintah menargetkan waktu tempuh Jakarta-Bandung melalui jalan tol kembali menjadi tiga jam perjalanan pada saat ramai mulai Februari 2018. Saat ...
Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games
Ekonomi - Minggu, 21 Januari 2018 - 17:00 WIB

Jokowi ingin Jalan Tol Bakauheni-Palembang selesai sebelum Asian Games

Presiden Jokowi menginginkan pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Palembang sebagai bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera diharapkan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ...
Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis
Politik - Minggu, 21 Januari 2018 - 01:37 WIB

Menag: Saya kaget, lima fraksi setuju LGBT dan sesama jenis

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku terkejut ada lima fraksi di DPR RI yang menyetujui perilaku lesbian, gay, biseksual, dan ...
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...