Senin, 26 Februari 2018 | 06.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari

KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari

Reporter : Yudi Andriansyah | Selasa, 16 Januari 2018 - 21:39 WIB

IMG-29571

Petugas KPK memperlihatkan barang bukti tas mewah milik Bupati Kukar non aktif Rita Widyasari. KPK menetapkan Rita dan koleganya sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Selasa (16/1). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari yang diduga berasal dari hasil korupsi selama menjabat sebagai bupati.

KPK menetapkan Rita dan Khairudin, Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Keduanya diduga telah menerima Rp 436 miliar yang merupakan fee proyek, feeperizinan, dan pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama jabatan sebagai Bupati Kukar.

Ratusan miliar itu kemudian “dicuci” atau disamarkan keduanya dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief menyatakan, tim penyidik menyita sejumlah barang berharga milik Rita seperti tas, sepatu, jam tangan, dan perhiasan. Untuk tas saja, terdapat 40 tas mewah berbagai merek seperti Louis Vuitton, Hermes, Gucci dan lainnya milik Rita yang disita tim penyidik.

“Ini sebagian yang disita. Ada 40-an tas dari banyak merek termasuk Louis Vitton, Hermes, Gucci dan sejumlah tas lain,” kata Syarief saat tim penyidik menunjukkan puluhan tas mewah milik Rita dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/1).

Puluhan tas mewah itu disita tim penyidik saat menggeledah sembilan lokasi di Kukar pada 11 Januari hingga 15 Januari.

Sejumlah lokasi yang digeledah diantaranya dua rumah pribadi Rita, tiga anggota DPRD Kutai Kartanegara yang masuk dalam Tim 11, dan satu rumah teman Rita, di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur serta kantor PT Sinar Kumala Naga dan dua rumah pribadi milik pihak terkait di Samarinda, Kalimantan Timur. Tak hanya puluhan tas mewah, dari penggeledahan tersebut, penyidik KPK menyita uang dalam pecahan USD 100 sejumlah USD 10.000 dan sejumlah uang pecahan rupiah yang seluruh totalnya mencapai Rp 200 juta.

“Kemudian (disita juga) dokumen dan bukti transaksi koran atas pembelian sejumlah aset,” katanya.

Sebelumnya, tim penyidik juga telah menyita sejumlah aset milik Rita lainnya. Aset tersebut berupa tiga mobil mewah yang terdiri dari satu unit Toyota Vellfire, satu unit Ford Everest dan satu unit land Toyota Cruiser. Bahkan, tim penyidik menyita dua unit apartemen milik Rita di Balikpapan.

“Penyidik juga menyita sejumlah dokumen terkait catatan transaksi keuangan atau indikasi penerimaan gratifikasi dan perizinan lokasi perkebunan kelapa sawit dan proyek-proyek di Kukar,” ungkapnya.

Aset-aset milik Rita ini diduga berasal dari suap dan gratifikasi senilai Rp 436 miliar yang diterimanya bersama Khairudin selama menjabat sebagai Bupati Kukar. Syarief memastikan, tim penyidik akan terus menelusuri aset-aset Rita lainnya yang berasal dari korupsi seiring dengan perkembangan penyidikan kasus pencucian uang.

“Itu yang kami ketahui pada saat ini. Mungkin saja bisa bertambah setelah proses penyidikan TPPU ini berlangsung,” tegasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...