Senin, 26 Februari 2018 | 06.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

IMG-29591

Mensos Idrus Marham dan KSP Moeldoko berfoto bersama Menko Kemaritiman, Seskab, dan Teten Masduki, usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/1). FOTO: Biro Humas Setpres.

Jakarta, kini.co.id – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, sehingga tetap bisa lebih berkonsentrasi menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintah.

“Urusan partai itu kan bisa diurus malam-malam,” kata Wapres JK setelah pelantikan pejabat negara di Istana Negara Jakarta, Rabu (17/1) seperti diberitakan Antara.

Pernyataan Wapres JK ini menanggapi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar sejak pertengahan Desember 2017.

Posisi Airlangga, menurut dia, berbeda dengan Khofifah Indar Parawansa, yang mengundurkan diri sebagai menteri sosial karena akan mengikuti pemilihan gubernur Jawa Timur.

“Beda dengan Khofifah karena di Jawa Timur. Ini Jakarta, jadi masih ada waktu untuk mengurus kebijakan di Kabinet dan tentu akan ada penegasan-penegasan lagi,” katanya.

Saat ditanya apakah itu berarti Airlangga tetap akan di kabinet, JK hanya mempersilakan apabila ada yang menafsirkannya demikian.

JK juga mengatakan bahwa setiap partai punya kebijakan yang berbeda.

“Kalau Pak Airlangga jelas kebijakannya, bahwa dia menteri dulu baru Ketua Umum, kemudian ada waktu yang harus setidaknya 90 persen tetap mengurus partai, itu pesan kita, eh mengurus kementeriannya,” kata JK, merevisi pernyataannya.

JK menyampaikan keterangan pers setelah Presiden Jokowi mempersilakannya memberikan penjelasan lebih lanjut kepada wartawan.

Sementara itu menanggapi soal rangkap jabatan  Idrus Marham menjawab singkat bahwa pernyataan Presiden Jokowi sebelumnya pernah berjanji akan melarang menterinya rangkap jabatan dikembalikan kepada Presiden.

“Saya kira dikembalikan ke Presiden tapi kalau ditanyakan kepada saya selaku Sekjen Golkar kalaupun Pak Airlangga tetap di sini pasti tidak mengganggu kerja baik Ketum DPP Golkar. Bahkan saya jamin bahwa kedua posisi yang dijabat Airlangga saling perkuat apalagi Golkar kekuatannya pada sistem,”ujar Idrus. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...