Senin, 26 Februari 2018 | 06.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

IMG-29596

Pulau Pasumpahan, Kota Padang, Sumatera Barat. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan tentang kepemilikan hak orang asing di Indonesia.

Selama ini memang tidak adanya ketegasan bagi pihak asing dalam kepemilikan sebuah aset di Indonesia. Hasilnya, kejadian serupa kembali terulang, dan terulang kembali.

“Intinya tidak boleh ada penjualan pulau kepada asing, dan kalau misalkan sifatnya masih penanaman investasi itu baru diperbolehkan. Dan ketegasan itu yang sekarang masuk dalam UU Pertanahan, berkenaan dengan hak private orang asing termasuk pulau, rumah, tanah dan apartemen,” ungkapnya di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (17/1).

Lebih lanjut politisi PKB ini menekankan, bahwa jangan sampai ada kebijakan yang memperbolehkan pihak asing untuk menguasai aset negara. Karena hal tersebut akan mengancam kedaulatan bangsa ini.

“Intinya DPR tak mau ada kebijakan bagi orang asing memiliki pulau. Apalagi pulau yang teletak di perbatasan, karena bahaya, perbatasan rawan terhadap berubahnya tata batas,” kata Lukman Edy.

“Kami ketika membuat draft UU Pertanahan itu maksimal kepemilikan asing menyangkut hak guna. Itu juga menyangkut rumah dan tanah yang ada di daratan, bukan di pulau,” pungkasnya.

Situs asal Kanada, privateislandsonline.commanawarkan Pulau Ajab yang dekat dengan Pulau Bintan untuk dijual. Mereka memasang bandrol sebesar 3,3 dollar AS atau sekitar Rp 44 miliar untuk pulau seluas 29,2 hektar ini.

Tak hanya pulau Ajab, privateislandsonline.com juga menawarkan pulau Tojo Una-Una di Sulawesi Tengah untuk dijual.

Namun tidak disebut harga yang ditawarkan. Hanya ditulis harga sesuai dengan permintaan.

Sebelumnya pada 2012 lalu,privateislandsonline.com juga memasang iklan penjualan Pulau Gambar di Laut Jawa dan Pulau Gili Nanggu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...