Senin, 26 Februari 2018 | 06.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR dukung impor beras dengan catatan

Reporter : Bayu Putra | Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

IMG-29639

Ilustrasi beras. FOTO: Istimewa

Jakarta, kini.co.id – DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat Kadir saat rapat kerja dengan Menteri Perdagangan dan Dirut Bulog di Jakarta, Kamis (18/1). 

Menurutnya, persoalan ketersedian beras ini sangat penting untuk menyetabilkan harga, terutama bagi daerah yang bukan lumbung padi, seperti Kepulauan Riau.

“Jadi, mohon maaf, saya berbeda pandangan dengan teman-teman Komisi VI lainnya. Saya malah mendukung upaya pemerintah ini,” ungkapnya.

Nyat Kadir melanjutkan, dari informasi yang didapatkan, beberapa daerah yang menjadi lumbung padi bahkan juga mengalami gejolak kenaikan harga.

Oleh karena itu, menurutnya, kebijakan pemerintah melakukan impor beras adalah dalam upaya meredam gejolak tersebut. Selain itu, hingga pertengahan Januari ini cadangan stok beras nasional memang tidak mencukupi. 

“Di bawah besaran yang direkomendasaikan lembaga pangan FAO sebesar 1 – 1,8 Juta ton.  Jadi sudah betul keputusan itu. Kita mengharapkan kepada pemerintah, jangan mengambil risiko sekecil apapun,” tandasnya.

Memperkuat dukungan tersebut, Nyat Kadir memaparkan kondisi harga beras dari Kepulauan Riau.

“Sebagai contoh per hari kemarin saja, beras medium di Batam saja sudah di angka 12.300 – 12.375 dan kategori premium harga 13.000-14.300. Malah di Natuna sangat menyedihkan, mediumnya di angka 14.300, sedangkan premium mencapai harga 15.000,” tuturnya.

Dengan angka yang tinggi itu, daerah seperti Kepulauan Riau memang perlu mendapatkan ketersediaan stok beras.

“Saya kira jika memang nanti beras impor ini didatangkan maka jelas distribusinya ke daerah seperti kami lah. Sebagaimana seperti yang dikatakan oleh Pak Dirut Bulog bahwa beras tersebut akan didrop di Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Batam dan Sulut bukan ke daerah lumbung padi,” ungkap mantan Walikota Batam periode 2001-2005 ini.

Namun demikian, politisi NasDem ini mengingatkan, kehadiran beras impor perlu juga diawasi secara ketat agar tidak ada kebocoran dalam pendistribusiannya.

“Saya kira beras impor ini bisa dijadikan stok cadangan beras kita bukan untuk dilepas begitu saja ke pasaran. Kalau untuk stok, saya oke-oke saja, asal itu konsisten untuk stok. Pendistribusian yang  tepat sasaran dan diawasi secara ketat, saya kira itulah yang terpenting dalam memandang persoalan impor beras ini,” pungkasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...