Kamis, 22 Februari 2018 | 21.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Rieke Diah Pitaloka: Kalau tak ada untung, ngapain impor beras ?

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 19 Januari 2018 - 13:19 WIB

IMG-29646

Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka menunjukkan tulisan tolak impor beras saat mengikuti rapat kerja dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/1). FOTO: KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan indikasi yang disampaikan oleh Rizal Ramli bisa saja terjadi dalam rencana impor beras sebesar 500.000 ton yang ingin dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Saya tidak tau intinya. Tapi kalau tidak untung, ngapain ambil (impor) beras dari Thailand kan. Apalagi tahun politik seperti ini juga ya,” ujar Rieke kepada wartawan di Komplek Parlemen DPR RISenayan, Jakarta, Kamis (18/1).

Oleh sebab itu, Rieke pun berpesan, agar kebijakan impor ini dapat dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Jangan, sampai pencapaian yang cukup baik dari pemerintahan jokowi dalam hal pangan di dua tahun terakhir ini rusak dengan kebijakan yang cenderung merugikan petani ini. 

“Jangan sampai di tahun ketiga ini kemudian rusak karena ada pihak-pihak yang terindikasi melakukan hal hanya menguntungkan diri sendiri dan kelompok. Karena saya juga belum mendengarkan dari Pak Jokowi sendiri statemen soal impor beras ini,” ucapnya.

Sebelumnya, begawan ekonomi Rizal Ramli menyebut bahwa ada komisi atau ‘kangtau’ dari setiap kebijakan impor yang dikeluarkan. RR sapaan khasnya menyebut bahwa komisi tersebut bisa mencapai 30 dollar per ton.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...