Senin, 26 Februari 2018 | 06.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Reporter : Fadilah | Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

IMG-29736

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah. FOTO: KiniNews/Fadilah.

Jakarta, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus korupsi e-KTP.

“Misalnya seperti soal penerimaan jam dan dugaan penerimaan lain,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, (23/1).

Padahal, sambung Febri, untuk menjadi seorang JC (Justice Collaborator), Setya Novanto harus mengakui perbuatannya terlebih dahulu. Setelah itu barulah membuka pihak lain seluas-luasnya.

“Nah sampai saat ini baik di proses pemeriksaan sebagai terdakwa di persidangan ataupun di proses penyidikan kami belum mendapatkan informasi yang baru dan cukup kuat dari keterangan yang bersamgkutan,” kata Febri.

Sementara itu saat disinggung apakah berdasarkan ciri-ciri di atas, artinya KPK tidak akan mengabulkan permohonan JC yang diajukan oleh Setya Novanto?

“Status JC belum diputuskan. Jadi kami masih mempertimbangkan pengajuan yang pernah disampaikan sebelumnya,” pungkas Febri.

Pada 10 Januari 2018, KPK membenarkan bahwa mantan Ketua DPR Setya Novanto sudah mengajukan permohonan untuk menjadi JC dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...