Senin, 26 Februari 2018 | 06.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Reporter : Fadilah | Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

IMG-29739

Made Oka Masagung dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/1). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa.

“Sebab untuk membuktikan transaksi keuangan itu, kami punya cukup banyak bukti-buktinya tidak tergantung pada keterangan saksi saja. Jadi karena itu, kemarin kami mengajukan beberapa bukti dan gambaran tentang aliran dana transaksi tersebut jadi kami tidak tergantung dengan itu,” tutur Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, (23/1).

Diketahui dalam sidang lanjutan perkara e-KTP pada Senin, (22/1) kemarin, saksi Made Oka Masagung kerap sekali mengaku lupa. 

Bahkan Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut pun mengingatkan ada sanksi pidana dengan ancaman 7 tahun penjara jika ia memberikan kesaksian yang tidak jujur. Terlebih sebelum bersaksi, ia disumpah terlebih dahulu.

Seperti diketahui, orang dekat Setnov itu mengaku lupa terhadap kronologi pertemuan dengan Country Manager HP Enterprise Service Charles Susanto Ekapradja dan proses transfer aliran dana dari Johannes Marliem melalui money changer.

“Mohon maaf pak, maaf yang mulia. Saya benar-benar tidak ingat, saya tidak main-main,” ujar Oka di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/1) kemarin.

Jaksa pada KPK bertanya pada Oka tentang pertemuan Charles dengan Setnov dan juga dirinya baik saat di Gedung DPR dan di rumah Setnov. Namun, Oka yang mengaku lupa menjawabnya sambil terbata-bata.

Pertanyaan selanjutnya yang tidak bisa dijawab Oka juga karena lupa terkait aliran dana dari PT Biomorf Mauritius dan Biomorf Lone ke rekeningnya. Penyidik KPK menemukan aliran dana berpindah rekening Oka sebesar USD2.000 dan jumlahnya bertambah dratis menjadi USD1,8 juta setelah yang berasal dari perusahaan milik Marliem.

“Saya tidak tahu pengirimnya, saya kaget. Tapi saya tahu ada uang masuk dari bank. Enggak nanya ke bank dan perhatikan,” kata Oka.

Namun uang dalam rekening Oka tidak berumur lama. Menurut jaksa pada KPK, selang dua hari diketahui dana tersebut diambil dari rekening Oka dan diarahkan melalui sebuah money changer. Jaksa pun mendesak Oka terkait perihal tersebut.

“Kalau saudara tahu dari bank ada uang masuk, tapi enggak tau uang dari mana kenapa diambil? Bapak terima USD 1,8juta masuk kerening bapak ini uang e-KTP pak, Biomorf itu kontraktor e-KTP loh,” kata jaksa.

“Saya enggak tahu, mohon maaf. Tolong saya dibantu, makanya saya kasih semuanya rekening koran saya kepada penyidik,” jawab Oka.

“Semuanya bapak jawab enggak tahu, terus bapak ini tahunya apa?” ucap jaksa.

Sontak, ruang sidang menjadi riuh karena tertawa kecil para hadirin. Namun, tiba-tiba suara Oka mendadak parau dan mengaku banyak lupa karena pernah terserang penyakit stroke sebanyak empat kali.

Hakim Yanto lantas menegur dan minta penjelasan Oka. Yanto mengingatkan, agar tidak berbelit dan tidak memberikan keterangan palsu.

“Saudara lupa terus ya. Ingat saudara ini tadi sudah disumpah. Jadi jangan coba-coba memberikan keterangan palsu. Ingat, sudah disumpah tapi keterangannya palsu ancamannya tujuh tahun pidana,” kata Hakim Yanto.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...