Kamis, 22 Februari 2018 | 21.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Novanto Mengaku Kaget, Proyek e-KTP Disebut Sempat Dibahas di Kantor Wapres

Novanto Mengaku Kaget, Proyek e-KTP Disebut Sempat Dibahas di Kantor Wapres

Senin, 5 Februari 2018 - 15:38 WIB

IMG-30034

Terdakwa dugaan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto (kiri) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. FOTO: Antara/Rivan Awal Lingga.

Jakarta, kini.co.id – Terdakwa Setya Novanto mengatakan tidak mengetahui jika proyek pengadaan KTP elektronik sampai dibahas di kantor Wakil Presiden Boediono. Sejak awal, proyek senilai Rp5,9 triliun itu disebut bermasalah. 

“Tidak tahu, justru kami kaget sampai ada proses ke Wapres,” kata Novanto sebelum menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/2).

Proyek e-KTP di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu awalnya dianggarkan sebesar Rp6,6 triliun. Namun, akhirnya, pemerintah dan DPR sepakat jika nilai anggaran proyek turun menjadi Rp5,9 triliun dan menggunakan rupiah murni. 

Namun menurut Setya Novanto, angka terakhir anggaran e-KTP justru lebih sedikit dibanding dengan usulan awal.

“Saya heran mengapa hal tersebut tak dipersoalkan,” tambah Novanto.

Dalam persidangan sebelumnya, pejabat Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Setiabudi Ariynta menyebut sempat terjadi masalah dalam proses lelang proyek e-KTP.

LKPP menemukan fakta jika Kemendagri hanya menggunakan sistem e-procurement pada tahap penawaran, sedangkan proses lanjutan lainnya secara manual.

LKPP kemudian meminta Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk menghentikan proses lelang. Namun, menurut dia, Gamawan menolak usulan LKPP dan malah balik menyalahkan LKPP lantaran sistem LKPP dinilai buruk.

Selain itu, Kemendagri tetap menggabungkan paket pekerjaan pengadaan 9 item dalam proyek e-KTP. LKPP sebelumnya menyarankan agar masing-masing paket dikerjakan secara terpisah.

Silang pendapat antara LKPP dan Kemendagri tersebut kemudian menjadi pembahasan di Kantor Wakil Presiden Boediono.

Sofyan Djalil yang saat itu menjadi Deputi Wapres meminta agar LKPP dan Kemendagri tidak berselisih di media terkait proyek pengadaan e-KTP.

Sofyan disebutkan juga meminta proyek tersebut tetap dilaksanakan oleh Kemendagri. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...