Kamis, 22 Februari 2018 | 21.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pansus Angket KPK Dulu Galak, Sekarang?

Pansus Angket KPK Dulu Galak, Sekarang?

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 6 Februari 2018 - 13:29 WIB

IMG-30067

Agun Gunandjar. FOTO: KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Setelah diultimatum Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto rekomendasi Pansus Angket KPK terkesan mendukung lembaga anti rasuah.

Padahal di awal-awal Pansus Angket galak, bahkan ada yang ingin membubarkan KPK.

Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan sejumlah rekomendasi untuk KPK disusun Pansus yang akan menyelesaikan masa tugasnya pada masa sidang kali ini.

Salah satu rekomendasinya adalah menyinggung tentang minimnya anggaran KPK.

“Yang paling konkret kalau kita kaji lebih dalam, seperti kewenangannya begitu luas, ada koordinasi, supervisi, penyelidikan, penyidikan, sampai monitoring dan, pencegahan,” ucap Agun Gunanjar, Selasa (6/2).

Agun mengatakan, dengan tugas dan fungsi maka diperlukan anggaran yang besar.

Dikatakan, kondisi anggaran keuangan KPK yang minim, berbanding terbalik dengan kewenangannya.

Hal ini membuat lembaga tersebut akhirnya banyak menerima bantuan dari partisipan.

Pansus Angket mencoba untuk menata hal agar tidak menimbulkan kecurigaan di masa yang akan datang ketika melakukan penindakan hukum.

“Kalau dari besaran anggaran minim sekali, sehingga banyak bergantung mungkin dari partisipan dan ini menimbulkan kecurigaan,” jelasnya.

Oleh karena itu, pansus menyepakati bahwa negara harus memberikan dukungan lebih untuk lembaga pemberantasan korupsi tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...