Kamis, 22 Februari 2018 | 21.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Nama Ibas Disebut dalam Kasus E-KTP, SBY Marah

Nama Ibas Disebut dalam Kasus E-KTP, SBY Marah

Reporter : Fauzan | Rabu, 7 Februari 2018 - 09:02 WIB

IMG-30094

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers terkait disebutkannya namanya dan anaknya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus korupsi e-KTP, kemarin.

Dalam konferensi pers itu SBY menyatakan kekecewaannya pada sikap Setya Novanto yang mengaitkan nama anaknya di dalam kasus tersebut.

Ia bahkan mengatakan tindakan Setnov seperti “air susu dibalas air tuba”. Karena sejak awal kasus ini muncul, Demokrat tidak ikut mengomentarinya.

“Waktu Pak Setya Novanto di-’bully’ macam-macam, dari ICU kemudian sehat, kemudian kecelakaan kendaraan, luka banyak benjol, saya larang teman, saudara jangan ikut melakukan ‘bully’, tidak baik. Tapi nampaknya ‘air susu dibalas air tuba’,” kata Mantan Presiden RI ke-6 tersebut.

SBY juga mempersilakan Ibas untuk menempuh jalur hukum atas tulisan Setya Novanto dibuku catatan tersebut yang menyebabkan nama Ibas ikut terseret dalam kasus tersebut.

SBY sendiri juga melapor ke Bareskrim Polri atas tuduhan yang dilayangkan saksi korupsi e-KTP Mirwan Amir dalam persidangan yang sama.

Mirwan mengaku telah melaporkan kepada SBY saat masih menjabat Presiden, ihwal proyek E- KTPyang bermasalah, namun SBY menurut dia, bersikeras tetap melanjutkannya.

SBY menegaskan pernyataan Mirwan seolah memposisikan dirinya sebagai aktor di balik kasus e-KTP itu.

Sebelumnya, terungkap dalam buku catatan Setnov yang dibawanya dalam persidangan ada nama Nazaruddin dan Ibas pada salahsatu halamannya.

Di bagian atas ada tulisan “justice collaborator”, kemudian dibawahnya tertulis nama Nazaruddin.

Satu tanda panah menunjuk tulisan nama Ibas, tanda panah lainnya menunjuk tulisan angka USD 500.000.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...