Senin, 26 Februari 2018 | 08.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Fredrich Yunadi Didakwa Halangi Penyidikan Setya Novanto

Fredrich Yunadi Didakwa Halangi Penyidikan Setya Novanto

Reporter : Fadilah | Kamis, 8 Februari 2018 - 11:23 WIB

IMG-30137

Eks pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. FOTO: Antara.

Jakarta, kini.co.id – Advokat Fredrich Yunadi menjalani persidangan perdana sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Sidang dimulai dengan pembacaan surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam dakwaannya, Jaksa KPK menyebut Fredrich Yunadi menghalang-halangi proses hukum yang tengah dilakukan KPK terhadap tersangka Setya Novanto.

“Terdakwa Fredrich Yunadi bersama Dr.Bimanes Sutardjo dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak Iangsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa,” ujar jaksa Fitroh Rohcayanto.

Kata Jaksa, perbuatan awal Fredrich dilakukan ketika Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada (31/10/2017) lalu.

Kemudian, penyidik KPK memanggil Novanto sebagai tersangka pada (15/11/2017), tetapi Fredrich selaku pengacara Novanto menyarankannya untuk tidak memenuhi panggilan itu.

“Dengan alasan untuk proses pemanggilan terhadap anggota DPR harus ada izin dari presiden,” kata Jaksa.

Namun malamnya, penyidik KPK mencari Novanto di kediamannya untuk dilakukan penangkapan. Hanya saja, saat itu Novanto tidak berada di kediamannya.

“Padahal sebelumnya terdakwa telah menemui Setya Novanto di Gedung DPR,” ujar Fitroh.

Belakangan Novanto diketahui kabur ke Bogor bersama politikus Partai Golkar Azis Samual dan ajudan Novanto, Reza Pahlevi.

Begitu Fredrich mengetahui bahwa penyidik telah mengendus keberadaan Novanto, keesokan harinya, Fredrich menghubungi dr Bimanesh dengan maksud meminta bantuan agar Novanto dapat dirawat di RS Medika Permata dapat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Fredrich juga meminta dr Bimanesh membuat diagnosa Novanto menderita berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Saat itu Fredrich memberikan foto rekam medik Novanto di RS Premier Jatinegara, padahal tidak ada surat rujukan dari rumah sakit itu.

Mendengar itu, Dr Bimanesh menyanggupinya. Padahal pihak RS Medika Permata Hijau tidak memfasilitasi Dr. Bimanesh melakukan perbuatan tersebut.

Namun Dr. Bimanesh tetap melakukan rekayasa dengan membuat diagnosa yang belakangan diganti menjadi diagnosa kecelakaan mobil.

Fredrich juga disebut diduga sudah memesan kamar pasien terlebih dahulu, sebelum mantan Ketua DPR RI itu mengalami kecelakaan.

Akibat perbuatannya itu, didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...