Kamis, 22 Februari 2018 | 21.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Dahlan Iskan: Persaingan usaha media era digital tak perlu dikhawatirkan

Dahlan Iskan: Persaingan usaha media era digital tak perlu dikhawatirkan

Reporter : Rakisa | Kamis, 8 Februari 2018 - 14:33 WIB

IMG-30150

Dahlan Iskan. FOTO: Istimewa

Padang, kini.co.id – Pendiri Jawapos Grup, Dahlan Iskan mengatakan masyarakat pers tidak perlu khawatir dengan perkembangan digital media yang diprediksikan bakal menumbangkan media konvensional atau cetak.

Ia pun mengutip, kalimat dari pendiri Ali Baba Jack Ma yang mengatakan “semua orang tidak tahu masa depan”.

“Inilah zaman dengan perubahan serta berkembangnya media digital yang begitu cepat tidak ada yang mengetahui seperti apa masa depan media kedepan.Dengan prubahan-perubahan terakhir ini begitu cepat sehingga sulit sekali kita memperkirakan masa depan,” kata Dahlan dalam konvensi media massa nasional pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018┬ádi Hotel Grand Inna, Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/1).

Dahlan mengatakan, oleh karena saat ini, tidak usah terlalu banyak mendengar nasihat, prediksi, perencanaan jangka panjang.

Ia juga meyakinkan bahwa persaingan usaha media pasca revolusi digital tak perlu dikhawatirkan.

Dahlan bilang, jika saat ini media cetak kalah jauh jumlahnya dengan media online, baginya belum seberapa, nantinya akan jauh lebih banyak lagi media online yang akan tumbuh.

“Karena 70 persen pemilik media online sekarang ini, berasal dari wartawan surat kabar,” ucapnya.

Dahlan menyebutkan karena faktor utamanya pandangan para wartawan surat kabar yang mendirikan online melihat tidak ada kemajuan pada surat kabarnya, ataupun pimpinan surat kabar tidak dapat diandalkan hingga pertimbangan gaji kecil.

“Melihat kenyataan yang baru ini mereka berpikir, lebih baik mendirikan media online, yang biayanya relatif murah dan pendapatannya cukup menjanjikan,” ucapnya.

Hal tersebut tidaklah salah, selain bisa mendapat pendapatan lebih dari bekerja di surat kabar mereka juga bisa tetap eksis sebagai seorang wartawan.

“Ancaman surat kabar kedepan akan terus kehilangan para wartawannya yang akan mendirikan media online masing-masing. Sehingga nanti, persaingan ini akan menjadi sangat bebas,” tandasnya.

Namun demikian kata mantan Menteri BUMN itu, yang terpenting niatnya baik yaitu untuk mencerdaskan anak bangsa membangun negara dan menjadi alat untuk mempererat NKRI.

“Lakukan apa yang ingin anda lakukan sekarang ini, dan yang harus dihindari ialah jangan memeras, melanggar kode etik,” ucapnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...