Kamis, 22 Februari 2018 | 21.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ini Latar Belakang Novanto Ingatkan Ganjar Pranowo Agar Tidak Galak soal e-KTP

Ini Latar Belakang Novanto Ingatkan Ganjar Pranowo Agar Tidak Galak soal e-KTP

Reporter : Fadilah | Kamis, 8 Februari 2018 - 14:34 WIB

IMG-30151

Ganjar Pranowo tiba di Gedung KPK, Selasa (4/7). KiniNews/Fadilah

Jakarta, kini.co.id – Terdakwa Setya Novanto menjelaskan latar belakang soal perkataanya kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk tidak galak terkait proses anggaran e-KTP.

Menurut Novanto, perkataan tersebut dilatarbelakangi oleh pernyataan Anggota Komisi II Mustoko Weni dan Ignatius Mulyo yang mengaku telah menyampaikan sana uang dari Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Komisi II dan Banggar DPR RI.

“Itu backgroundnya dari Bu Mustoko Weni dan disebut namanya pak Ganjar. Kedua ibu Miryam S Haryani (Politikus Hanura) juga mengatakan hal yang sama,” kata Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis, (8/2/2018).

Ketiga, sambung Novanto, saat Andi Agustinus alias Andi Narogong bertandang ke rumahnya, Andi menyampaikan telah memberikan bantuan dana untuk teman-teman ke Komisi II DPR RI dan Banggar.

“Dan untuk pak Ganjar telah diberikan sekitar bulan September US$ 500 ribu, itu disampaikan kepada saya. Untuk itu saya ketemu penasaran saya tanyakan,” kata Novanto.

Diketahui, hari ini Ganjar dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto.

Dalam kesaksiannya, Politikus PDIP itu mengaku pernah bertemu dengan terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto.

Pertemuan tersebut terjadi sekitar tahun 2011-2012 di Bandara Ngurah Rai, Bali. Saat itu, Ganjar masih menjabat sebagai anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP.

Ganjar menjelaskan, saat itu ia dan Setnov bertemu di bandara saat menuju ke Jakarta. Menurut dia, Setnov sempat menyinggung soal masalah e-KTP kepadanya.

“Itu kebetulan saja. Pertanyaan itu muncul dari penyidik, saya coba mengingat. Hanya sekali saja kalimat yang keluar dari beliau soal e-KTP. Katanya, Mas Ganjar jangan galak-galak, lah,” kata Ganjar.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...