Kamis, 22 Februari 2018 | 21.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Deniarto dan Setya Novanto saling bantah soal PT Murakabi

Deniarto dan Setya Novanto saling bantah soal PT Murakabi

Jumat, 9 Februari 2018 - 14:01 WIB

IMG-30175

Terdakwa dugaan kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto (kiri) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. FOTO: Antara/Rivan Awal Lingga.

Jakarta, kini.co.id – Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Deniarto Suhartono dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Setya Novanto dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP.

Dalam persidangan itu, Deniarto Suhartono membeberkan perusahaan yang kepemilikan saham mayoritasnya dimiliki oleh keluarga Setya Novanto.

Hal itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum KPK Eva Yustisiana mempertanyakan kepemilikan PT Mondialindo Graha Perdana kepada Deniarto. 

“Deisti Astriani Tagor istri Setya Novanto sebagai komisaris dengan pemilik saham 50 persen, Reza Herwindo yang saya kenal sebagai anak Setya Novanto kepemilikan saham 30 persen tanpa menjadi pengurus sehingga keluarga Setnov jadi pemilik di PT Mondialindo Graha Perdana, apa ini benar?” tanya Eva Yustisiana di gedung pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/2) ditulis Antara.

“Iya, tapi itu semua yang mengurus staf Pak Heru (Heru Taher eks Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana),” jawab Deniarto.

Deniarto kemudian menjelaskan, pada September 2011, kepemilikan saham keluarga Setya Novanto di Mondialindo Graha Perdana beralih ke Cyprus Antonia Tatali sebesar 80 persen. Namun, Cyprus tidak aktif dan tidak mengurus Mondialindo dan menyerahkan ke Deniarto. 

PT Mondialindo adalah pemegang saham mayoritas sebesar 42,5 persen dari PT Murakabi Sejahtera, salah satu perusahaan peserta proyek e-KTP.

Namun, kesaksian Deniarto itu dibantah oleh Setya Novanto.

“Mengenai PT Murakabi, kalau tak salah dengar bahwa perusahaan itu milik keluarga Novanto. Bapak tahu dari mana? Kalau kita melihat saham Murakabi, 42,5 persen milik Mondialindo, sebagai saham mayoritas yang dimiliki keluarga saya, itu di 2007, apakah di 2007 itu keluarga saya sudah masuk ke PT Murakabi?” tanya Setya Novanto.

“Belum,” jawab Deniarto.

Deniarto kemudian mengungkapkan soal penjualan kantor lantai 27 Menara Imperium yang awalnya adalah kantor PT Murakabi Sejahtera. Pada 2014, Kantor itu dijual ke PT Inti Anugerah Kapitalindo yang dimiliki Hairiansyah seharga Rp5 miliar. Saat menandatangani akta jual beli, Hairiansyah mengatakan bertemu dengan Setya Novanto. 

“Kalau pembeli pernah tanya ke saya, itu pemiliknya Pak Nov [Setya Novanto], uang masuk untuk setoran modal dari PT Graha Mardika Sejahtera, saham PT Graha Mardika Sejahtera itu 85 persen milik anak pak Novanto,” ungka Deniarto.

Deniarto mengungkapkan, saat masih beroperasi PT Murakabi Sejahtera hanya memiliki 2 karyawan aktif dan tidak punya aset. Namun bisa menjadi kepala konsorsium sebagai perusahaan pendamping tender e-KTP.

“Saya lihatnya cuma pegawai 2 orang, yang lain saya, Cyprus dan Irvanto [keponakan Setya Novanto],” ungkap Deniarto. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...