Kamis, 22 Februari 2018 | 21.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>KPU Sumut larang foto Presiden dan Wapres dalam kampanye

KPU Sumut larang foto Presiden dan Wapres dalam kampanye

Jumat, 9 Februari 2018 - 14:19 WIB

IMG-30176

Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) bersama Ketua KPU Sumut Mulia Banurea (kanan) dan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan (kiri) memperlihatkan maskot Pilkada Sumut kepada Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kedua kiri) pada peluncurannya di Medan, Sumatera Utara, Minggu (8/10/2017). FOTO: Antara/Septianda Perdana.

Medan, kini.co.id – Menjelang gelarang Pilgub Sumatera Utara (Sumut) 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara melarang pasangan calon gubernur dan tim pemenang untuk memajang foto presiden, wakil presiden, dan mantan presiden dalam alat peraga kampanye. 

Dalam rapat koordinasi di kantor KPU Sumut di Medan, Jumat (9/2), anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yulhasni mengatakan, ketentuan itu tercantum dalam PKPU 4/2017 tentang Kampanye. 

Karena itu, pasangan bakal calon gubernur Sumut dan tim pemenangannya tidak boleh memasang foto Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dalam seluruh alat peraga kampanye. 

Pelarangan juga dilakukan untuk pemasangan foto Presiden pertama, Sukarno, Presiden RI ke-2 Soeharto, Presiden RI ke-3 BJ Habibie, dan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. 

Namun, pemasangan foto mantan presiden dan mantan wapres dalam alat peraga kampanye diperbolehkan jika memiliki hubungan langsung dengan parpol yang mendukung pasangan bakal calon gubernur. 

Karena itu, foto Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan dan foto Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat diperbolehkan. 

“Foto Megawati dan SBY diperbolehkan karena memiliki hubungan langsung dengan parpol pengusung. Namun, foto Gus Dur tidak boleh karena bukan bagian dari partai pengusung,” kata dia dalam rapat koordinasi yang diikuti pengurus parpol pengusung tiga bakal cagub Sumut itu. 

Mengenai akun media sosial, pasangan bakal cagub dan tim pemenangannya hanya memperbolehkan memiliki lima akun dalam menyosialisasikan dan mengampanyekan cagub tertentu. 

Kemudian, mengenai materi dan bahan yang dicantumkan dalam alat peraga kampanye, KPU mengharuskan adanya paraf dari pasangan calon lain. 

“Intinya, mereka mengetahui dan tidak keberatan dengan isi alat peraga kampanye tersebut,” kata dia. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...