Senin, 26 Februari 2018 | 08.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Penyerangan Gereja dan Ulama , Sukamta: Jangan Lagi Ada Politik Belah Bambu

Penyerangan Gereja dan Ulama , Sukamta: Jangan Lagi Ada Politik Belah Bambu

Reporter : Bayu Putra | Senin, 12 Februari 2018 - 11:32 WIB

IMG-30217

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kasus penyerangan di Gereja Santa Lidwina di Kabupaten Sleman dan kasus penyerangan beberapa ulama di Jawa Barat perlu jadi perhatian serius aparat hukum dan untuk bisa segera diungkap motifnya.

Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan hal tersebut sangat memprihatikan karena bisa hadirkan kecemasan di kalangan ummat beragama. Demikian jelas Sekretaris Fraksi PKS, Dr. Sukamta dalam siaran pers.

“Negara wajib menjamin rasa aman bagi setiap pemeluk agama dalam menjalankan ibadahnya. Keselamatan Ulama, Pendeta dan pemuka agama dan seluruh ummat beragama harus jadi perhatian aparat,” jelas Sukamta.

Menurutnya ini yang juga perlu segera adalah agenda pemerintah untuk menghentikan peredaran hoax, saling serang di ruang komentar berbagai media online serta judul berita online yang provokatif.

“Ini bisa memicu sikap anarkis atas nama SARA di tengah masyarakat. Saya tidak perlu menyebutkan nama media online-nya, ini kita harapkan jadi perhatian Dewan Pers,” ungkap Sukamta.

Sukamta mengusulkan agar dialog kebangsaan antar berbagai tokoh nasional lintas agama lintas ormas lebih sering dilakukan. Agar suasana persatuan dan kerukunan di level elit bisa terbangun pasti akan berimbas positif ke masyarakat.

“Jadi harus dihindari praktek “belah bambu”, mengajak dialog hanya ormas tertentu, ini bisa hadirkan syak wasangka yang kontraproduktif. Pemerintah itu pengayom semua pihak, harus adil dan merata,” tegas Sukamta

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...