Kamis, 22 Februari 2018 | 21.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Diduga Terima Suap, Bupati Ngada NTT Ditetapkan jadi Tersangka

Diduga Terima Suap, Bupati Ngada NTT Ditetapkan jadi Tersangka

Reporter : Fadilah | Senin, 12 Februari 2018 - 12:30 WIB

IMG-30218

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan. FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan aksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Minggu, (11/2/2018).

Dari aksinya itu KPK resmi menetapkan Bupati Ngada NTT, Marianus Sae sebagai tersangka bersamaan dengan dan Direktur PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jan dilanjutkan gelar perkara dan disimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada Bupati Ngada terkait proyek-proyek di Kabupaten Ngada NTT.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan dua orang tersangka yaitu MSA dan WIU,” ujar Basaria di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Kata Basaria, uang yang diterima oleh Marianus sekitar Rp 4,1 miliar. Uang itu diberikan secara cash dan transfer.

Modus transfer yang dilakukan adalah Wilhelmus membukakan rekening atas namanya sejak tahun 2011 silam dan memberikan ATM Bank tersebut pada 2015 kepada Marianus.

Adapun rincian pemberian uang tersebut sebagai berikut:

1. Pada bulan November 2017 Rp 1,5 miliar secara tunai di Jakarta.

2. Pada bulan Desember 2017 terdapat transfer Rp 2 miliar di rekening Wilhelmus

3. Pada 16 Januari 2018 diberikan secara cash di rumah Bupati Rp 400 juta

4. Pada 6 Februari diberikan cash di rumah Bupati Rp 200 juta.

Akibat perbuatannya itu, Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Wilhelmus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 20:01 WIB

Polemik UU MD3 harus jadi pelajaran bagi DPR

Meski telah disahkan, revisi UU MD3 menimbulkan polemik. Beberapa pasal dinilai publik terlalu berlebihan, khususnya dalam hak imunitas anggota DPR. ...
PT Waskita akui lalai dalam pemasangan  girder non standar
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:55 WIB

PT Waskita akui lalai dalam pemasangan girder non standar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengakui adanya kelalaian dalam sejumlah proyek infrastruktur terutama pengerjaan konstruksi jalan melayang (elevated). Ketelitian pemasangan ...
Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:42 WIB

Elvy Sukaesih akan diperiksa sebagai saksi Dhawiya

Penyidik Polda Metro Jaya bakal memeriksa pedangdut Elvy Sukaesih terkait penyalahgunaan narkoba yang menyeret ketiga anaknya Dhawiya Zaida, Syehan dan Ali Zaenal Abidin."Dipanggil ...
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...