Senin, 26 Februari 2018 | 08.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Agun Akui Pernah Minta Jabatan ke Setya Novanto

Agun Akui Pernah Minta Jabatan ke Setya Novanto

Reporter : Fadilah | Senin, 12 Februari 2018 - 15:09 WIB

IMG-30225

Politisi Partai Golkar, Agun Gunandjar. FOTO: KiniNews/Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Mantan Anggota Komisi II Agun Gunandjar mengakui pernah meminta jabatan kepada Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto pada periode 2009-2014.

Agun mengaku sempat berkeluh kesah lantaran tak pernah dapat jabatan di DPR maupun Golkar.

Pengakuan Agun tersebut disampaikan dalam kesaksiannya di sidang kasus korupsi e- KTP berbasis elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Novanto, di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (12/2).

Agun merasa dirinya sebagai salah satu kader senior di Partai Beringin namun tidak mendapatkan jabatan.

“Selama di partai itu, saya enggak pernah dipakai. Mekanismenya seperti apa saya enggak tahu,” ungkap Agun.

Dijelaskannya saat kepemimpinan Akbar Tandjung, ia sempat menjabat wakil ketua fraksi. Peruntungannya berubah ketika Jusuf Kalla menjadi orang nomor satu di Golkar.

Saat itu, lanjut Agun, dia tak memiliki posisi apa pun. Bahkan, saat mendaftar sebagai calon anggota legislatif, ia hanya menempati urutan nomor empat.

Setelah Jusuf Kalla lengser dan digantikan Aburizal Bakrie, ia menghadap Novanto yang merupakan Ketua Fraksi Golkar.

Kepada Setya Novanto, ia meminta jabatan sebagai ketua Komisi Hukum.

“Saya minta tolong ke Pak Nov, ‘Pak, Bapak ketua fraksi, saya sangat senior, saya mohon bantu jadi ketua di Komisi III. Karena saya berharap jadi pimpinan,” ucapnya.

Alih-alih mendapat jabatan, Agun malah diposisikan sebagai anggota Komisi II dan sempat menjadi anggota Badan Anggaran.

Saat itu, Komisi II diketahui tengah membahas proyek KTP-el bersama Kementerian Dalam Negeri.

Agun mengaku acuh tak acuh terkait proyek senilai Rp5,9 triliun itu. Ia bahkan mengaku tak mengetahui skandal korupsi dari proyek tersebut.

“Jadi, karena memang saya tidak terlalu berperan. Saya ingin ungkapkan hal itu,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...