Senin, 26 Februari 2018 | 08.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Topang tiga kawasan Industri Kemenperin siapkan anggaran Rp140,75 miliar

Topang tiga kawasan Industri Kemenperin siapkan anggaran Rp140,75 miliar

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 13 Februari 2018 - 02:23 WIB

IMG-30237

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. FOTO: KiniNews/Humas Kemenperin.

Jakarta, kini.co.id – Kementerian Perindustrian menyiapkan anggaran sebesar Rp140,75 miliar untuk menunjang pengembangan tiga kawasan industri di luar Jawa, yaitu kawasan industri Sei Mangkei, Sumatera Utara, kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, dan kawasasn industri Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Upaya tersebut dilakukan guna memperbaiki iklim investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan baru,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/2).

Pengembangan yang akan dilakukan, antara lain untuk perluasan lahan dan peningkatan keperluan operasional kawasan industri. Termasuk pula pembagunan infrastruktur, menyiapkan ketersediaan SDM, hingga peningkatan investasi. 

Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatera Utara, ditargetkan mampu menarik investasi sebesar Rp129 triliun di atas lahan seluas 1.933 hektar yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 83.300 orang hingga tahun 2031. 

Pengembangan kawasan yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ini difokuskan untuk hilirisasi kelapa sawit, karet, dan aneka industri.

Dari luas area kawasan tersebut, pembagiannya untuk zona industri sebesar 70 persen, zona logistik 15 persen, dan sisanya untuk sektor pariwisata. Terdapat satu industri yang telah beroperasi, yaitu PT Unilever Oleochemical Indonesia dengan nilai investasi Rp3,35 triliun.

Selain itu, ada tiga perusahaan lain yang akan mengisi kawasan tersebut, yaitu PT Industri Nabati Lestari dengan investasi Rp 1 triliun dan ditargetkan beroperasi April 2018 dan PT Alternative Protein Indonesia yang akan membangun insect bio reactor atau pengolahan ekstrasi protein serangga (IBR) untuk makanan ternak, dengan investasi sebesar Rp5,7 triliun.

Terakhir, PT Pertamina yang akan membangun pembangkit tenaga listrik biogas berkapasitas 1,6 megawatt dengan nilai investasi Rp53 miliar. Kemenperin dan PTPN III ikut  memfasilitasi pembangunan infrastruktur, antara lain jalan poros, dryport, dan jalur kereta api sepanjang 3,9 kilometer

Untuk kawasan industri Morowali, saat ini total realisasi investasi mencapai 6 miliar dolar AS dengan luas lahan 2.300 hektar. Sebagian besar diisi oleh pabrik smelter berbasis nikel dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 10 ribu orang.

Pembangunan kawasan industri Morowali menjadi salah satu upaya percepatan pengembangan proyek industri logam di Tanah Air, seperti industri berbasis nikel dan baja tahan karat atau stainless steel. Kawasan ini diharapkan dapat menghasilkan 4 juta ton baja stainless steel dan pabrik baja karbon berkapasitas 3,5 juta ton per tahun.

Kawasan industri tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan domestik regional bruto (PDRB) Kabupaten Morowali rata-rata mencapai 29 persen selama tahun 2010-2016. 

Bahkan, Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Logam Morowali yang akan menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel.

“Sekolah tinggi vokasi ini merupakan salah satu best practice dalam pelaksanaan pendidikan yang mengusung konsep link and match dengan dunia industri,” tutur Menperin. 

Politeknik seluas 30 hektar ini dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan penelitian lengkap. Misalnya, ruang kelas, laboratorium, bengkel kerja, pusat inovasi, gedung direktorat, dan perpustakaan.

Sedangkan, kawasan Industri Bantaeng yang memiliki luas 3.000 hektar, diperkirakan menarik investasi sebesar 5 miliar dolar AS, dengan Harbour Group bertindak sebagai investor. 

Selanjutnya, Kemenperin telah selesai membangun Akademi Komunitas Industri Manufaktur untuk industri logam di kawasan tersebut.

Kampus yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektar ini akan membuka tiga jurusan, yakni teknik elektro, teknik mesin dan kimia analis. 

Fasilitasnya, antara lain gedung akademik, ruang kelas, ruang praktik, serta peralatan industri yang memadai dan mesin-mesin yang mendukung pembelajaran. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...