Senin, 26 Februari 2018 | 08.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Segera Umumkan Tersangka Baru Berinisial FA di Kasus Bakamla

KPK Segera Umumkan Tersangka Baru Berinisial FA di Kasus Bakamla

Reporter : Fadilah | Selasa, 13 Februari 2018 - 10:51 WIB

IMG-30240

Ketua KPK Agus Rahardjo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/9). KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mau mengungkapkan siapa inisial FA yang tengah disidik oleh lembaga antirasuah ini di kasus suap monitoring Bakamla.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo hanya memastikan bahwa FA sudah berstatus sebagai tersangka, dan tinggal menunggu pengumuman saja.

“Ya kalau penyidikan ya tersangkalah. Anda tunggu konpers (konferensi pers) saja,” tutur Agus.

Konferensi Pers terkait dengan penetapan FA sebagai tersangka ini, sambung Agus, akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat,” tuntasnya.

Untuk diketahui, inisial FA mencuat saat KPK memaparkan progres penanganan perkara korupsi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, pada Senin, (11/2/2018).

Dalam paparan itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut sosok berinisial FA sedang disidik di kasus pengadaan satelit Bakamla.

Dalam paparannya itu, Basaria menjelaskan sejumlah kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Salah satunya adalah kasus pengadaan satelit monitoring oleh Bakamla pada 2016.

Basaria lantas menjelaskan pihak-pihak yang terlibat, lengkap dengan progresnya masing-masing. Penjelasan Basaria itu juga didukung visual presentasi di layar besar.

Perkara TPK proses pengadaan satelit monitoring di bakamla RI Atas nama Eko Susilo Hadi telah diputus oleh PN Tipikor, Fahmi Darmawansyah telah diputus oleh PN Tipikor, Hardy Stefanus telah diputus oleh PN Tipikor, M Adami Okta telah divonis oleh PN Tipikor.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...