Senin, 26 Februari 2018 | 08.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Mustofa Nahrawardaya sindir ada dalang teror ke pemuka agama

Mustofa Nahrawardaya sindir ada dalang teror ke pemuka agama

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 14 Februari 2018 - 01:35 WIB

IMG-30261

Polisi melakukan olah TKP penyerangan Gereja Katolik di Sleman DIY. FOTO: Antara.

Jakarta, kini.co.id – Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya menyindir pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menganggap aksi teror di Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta, sebagai kejadian biasa.

Ia menilai pernyataan Kapolri patut dipertanyakan karena tim Detasemen Khusus sampai dikerahkan. Terlebih dengan adanya upaya penggiringan jika pelaku banyak diekspos terpapar radikalisme.

Dia menduga ada pihak yang mengatur skenario aksi teror ini termasuk serangan di Gereja St Lidwina, pada Ahad (11/2).

“Karena ini ada dalangnya, siapa dia? Yang jelas dalang memiliki tim, memiliki pasukan, ada sutradara, ada pendanaan, ada pelaku yang kelihatan di muka,” kata Mustofa dalam acara Indonesia Lawyer Club di TvOne, Selasa (13/2).

Menurutnya, apapun analisa terkait aksi teror ini, pihak kepolisian yang mungkin bisa menjawabnya. Ia pun menyinggung adanya operasi intelijen asing yang bisa menyamar.

“Di sini ada 60 ribu intelijen asing. Mereka bisa menjadi pegawai, wartawan, ya mereka bekerja untuk pihak asing,” tuturnya.

Kemudian, ia juga meragukan pelaku teror ke ulama di Jawa Barat yang terindikasi mengalami gangguan jiwa. Seharusnya, pihak kepolisian lebih bisa proporsional dalam menetapkan status pelaku sebagai orang gila. Pentingnya hal ini agar tak memunculkan persepsi di publik.

“Orang gila ini kok bisa beroperasi ke mesjid. Ini saya tidak tahu ini dari mana? Ini harus dicek dulu, apa gila karena minum, obat-obatan, narkotika,” tuturnya.

Terkait status pelaku teror, ia kembali mengkritik polisi. Ada perbedaan pengungkapan pelaku dalam aksi teror di Gereja Yogyakarta dan ulama di Jawa Barat. Contohnya seperti pelaku teror di Yogyakarta langsung diungkap secara detail.

“Kalau di Yogya detail diteliti sekali pelaku, keluarganya, dari pesantren mana. Tapi, yang di Jawa Barat katanya gila bagaimana? Kita harus teliti. Padahal ini penting, ada apa ini?” ucapnya.

Mustafa juga mengaku ada sebuah ketidak konsistenan dari sejumlah kalangan di Indonesia, yang menyebutkan bahwa akar radikalisme adalah karena paham wahabi.

Sedangkan diketahui pemerintah Saudi Arabia menganut mahzab Wahabi.

“Kita ga konsisten menyebutkan paham radikalisme dari Wahabi, sementara Wahabi adalah mahzab yang dianut Saudi Arabia, berani tidak kita untuk menolak raja Saudi, atau yang berbau Saudi,” paparnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...