Senin, 26 Februari 2018 | 08.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Soal UU MD3, Fahri Hamzah minta tak jadi kontroversi

Soal UU MD3, Fahri Hamzah minta tak jadi kontroversi

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 14 Februari 2018 - 14:46 WIB

IMG-30283

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai, pasal-pasal baru dalam UU MD3 yang baru disahkan dalam rapat paripurna Senin (12/2) kemarin seharusnya tidak dijadikan kontroversi.

Terutama dalam Pasal 122 UU MD3 yang menyebut bahwa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dapat mengambil langkah hukum bagi siapapun yang merendahkan kehormatan DPR RI dan Anggota DPR RI.

Fahri mengatakan, pasal tersebut bukanlah guna mempolisikan seseorang atau kelompok atau lembaga, melainkan sekedar untuk menegaskan Contempt of Parliament guna menjaga marwah DPR RI.

“Nggak, saya kira nggak mempolisikan. Mengambil langkah hukum di internal. Maka MKD harus membuat hukum acara yang menyebabkan kalau ada orang berhubungan dengab DPR baik sebagai individu maupun kelembagaan, terkait dengan gugatan, laporan dan lain-lain termasuk juga kehadiran, semua wajib hadir. Maka MKD memproses lewat hukum tata acara yang mereka buat,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2).

Ia menjelaskan, bahwa proses yang akan dilakukan oleh MKD adalah memanggil yang bersangkutan dan melakukan klarifikasi. Karena menurutnya, MKD adalah medium klarifikasi internal DPR.

“Nanti akan keliatan temuannya. Inilah yang bisa menyebabkan MKD melakukan rekomendasi terhadap lembaga penegak hukum. Tiap warga negara juga kalau dihina kan, berhak melapor. Inilah lembaga peradilan internal kita di DPR,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Fahri melanjutkan, DPR tak mungkin serta merta melaporkan siapapun yang merendahkan kehormatan DPR dan Anggota DPR ke pihak kepolisian. 

“Tantangannya hanya di MKD. Jadi nggak bisa saya kira tau-tau lapor polisi. Kita juga merendahkan diri kalau lapor polisi. Jadi kita selesaikan di MKD. Jadi ada klarifikasi dan proses,” paparnya.

Ia pun mempersilahkan masyarakat apabila ingin mengajukan uji materi atau Judicial Review (JR) soal UU MD3 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ya gak apa-apa, itu hak rakyat. Terserah aja,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...