Senin, 26 Februari 2018 | 08.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>40 bakal calon Pilkada 2018 berpotensi sengketa

40 bakal calon Pilkada 2018 berpotensi sengketa

Rabu, 14 Februari 2018 - 17:38 WIB

IMG-30289

Kegiatan Bawaslu dalam Pilkada serentak 2018. FOTO: Humas Bawaslu.

Jakarta, kini.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyatakan ada sekitar 40 calon peserta Pilkada 2018 baik gubernur, bupati dan walikota yang berpotensi sengketa karena dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

“Setelah penetapan pasangan calon, memang ada yang berpotensi menyampaikan gugatan, yakni bakal calon pasangan yang dinyatakan TMS,” ungkap Ketua Bawaslu Abhan Misbah, di Jakarta, Rabu (14/2).

Berdasarkan data Bawaslu, kata dia, dari 569 bakal pasangan calon Pilkada 2018 ada 40-an bakal paslon yang tidak memenuhi syarat. 

“Hal ini berpotensi untuk sengketa ke Panwas Pemilu, baik di kabupaten maupun di Bawaslu provinsi,” kata Abhan dilansir Antara.

Menurut dia, bakal calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat bisa melakukan upaya hukum dengan mengajukan sengketa sesuai dengan tingkatannya.

Apabila yang bersengketa adalah bakal calon pasangan bupati-wakil bupati atau wali kota-wakil wali kota bisa ke Panwaskabupaten/kota. Sementara bakal calon pasangan gubernur-wakil gubernur bisa ke Bawaslu provinsi.

Abhan menjelaskan, para pasangan bakal calon yang tidak memenuhi syarat itu memiliki waktu tiga hari sejak ditetapkan, berarti ditunggu sampai Kamis (15/2) untuk melaporkan sengketa.

“Sampai hari ini belum ada yang mengajukan sengketa, seperti di Medan juga belum masuk, tidak tahu kalau besok, kami tunggu dan masih ada waktu,” katanya.

Abhan mengatakan, setelah sengketa diregistrasi, maka Bawaslu memiliki waktu 12 hari untuk menyelesaikan putusan. Sejumlah dearah yang berpotensi sengketa, kata dia, antara lain Sumatera Utara, Kapuas dan Maluku Utara.

“Kalau menjurus ke konflik, aparat keamanan sudah mengantisipasi dan sampai hari ini alhamdulillah di wilayah yang dinyatakan TMS tetap kondusif,” katanya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...