Senin, 26 Februari 2018 | 08.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Imas Diduga Gunakan Uang Suap untuk Kampanye Pilkada 2018

Imas Diduga Gunakan Uang Suap untuk Kampanye Pilkada 2018

Reporter : Fadilah | Rabu, 14 Februari 2018 - 21:32 WIB

IMG-30295

Staf KPK saat menunjukkan barang bukti uang saat rilis hasil OTT Bupati Subang dan Bakamla di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/2). FOTO: KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga uang suap yang diterima oleh Bupati Subang, Imas Aryumningsih dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye Pilkada 2018.

Imas maju bersama pensiunan TNI AU dan diusung koalisi Partai Golkar yang memiliki 7 Kursi DPRD dan PKB yang memiliki 5 kursi DPRD.

“Sebagian uang yang diterima diduga juga dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye Bupati,” tutur Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (13/2).

Kata Basaria, selain uang Bupati juga menerima fasilitas terkait pencalonannya tersebut antara lain berupa pemasangan baliho dan sewa kendaraan untuk kebutuhan kampanye.

“Kendaraannya Toyota Alphard,” pungkasnya.

Diketahui, Imas diduga bersama-sama dengan Kepala Bidang PTSP Pemkab Subang; Asep Santika, dan satu orang swasta yakni Data menerima hadiah atau janji terkait pengurusan perizinan di lingkungan Pemkab Subang dari pihak swasta bernama Miftahhudin sebesar Rp 1,4 miliar.

Akibat perbuatannya, Imas, Data dan Asep sebagai pihak penerima diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Miftahhudin sebagai pihak pemberi diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 (a) atau (b) atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...